HomeTrendingPradana, Stafsus Bahlil Diduga Salahgunakan Fasilitas Negara untuk Pemilihan Ketua ILUNI UI

Pradana, Stafsus Bahlil Diduga Salahgunakan Fasilitas Negara untuk Pemilihan Ketua ILUNI UI

Published on

spot_img

 1,027 total views

JAKARTA – Polemik penyalahgunaan fasilitas negara kembali menyeruak, kali ini di jantung demokrasi kampus.

Nama Pradana, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, terseret dalam dugaan manipulasi administratif pada Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025–2028.

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam UI Peduli Demokrasi melayangkan somasi terbuka dan laporan resmi ke kanal pengaduan Lapor.go.id pada Senin, 18 Agustus 2025.

Isi laporan itu mencatat dugaan serius: penggunaan lebih dari 6.000 Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) sebagai instrumen mobilisasi suara.

Sebagai staf khusus, Pradana menempati posisi strategis di lingkaran kementerian yang seharusnya mengurusi percepatan penyelesaian isu-isu energi dan sumber daya mineral.

Namun, mahasiswa menuding, alih-alih menjalankan tugas negara, Pradana justru membawa atribut jabatannya untuk kepentingan politik alumni.

“Ini penyalahgunaan yang terang benderang. Jabatan publik dipakai sebagai modal mobilisasi, sementara kampus dijadikan arena politik,” kata Rendra, juru bicara UI Peduli Demokrasi dalam keterangannya diterima INN Indonesia, Kamis (21/8/2025).

Dalam dokumen somasi, mahasiswa menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar aturan kampanye ILUNI UI, khususnya larangan menggunakan fasilitas institusi dan data administratif untuk kepentingan politik.

Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan panitia pemilihan untuk bertindak cepat.

Nama Pradana tak bisa dilepaskan dari patronnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil sendiri sebelumnya menuai kontroversi akademik di UI. Pada 2024, disertasinya di Program Pascasarjana UI diduga mengandung plagiarisme serius.

Sejumlah analisis menemukan kesamaan mencolok dengan literatur lain tanpa atribusi memadai.

Kala itu, mahasiswa mendesak UI bertindak tegas demi menjaga integritas akademik. Namun, isu itu menguap tanpa sanksi jelas, menimbulkan kesan kompromi politik.

Kini, dengan kasus Pradana, mahasiswa melihat pola berulang: relasi patron-klien yang memanfaatkan kampus bukan sebagai ruang intelektual, melainkan alat legitimasi kekuasaan.

“Bahlil punya catatan disertasi bermasalah, stafsusnya kini diduga menyalahgunakan data ribuan NPM. Polanya sama: akademik dijadikan perisai kepentingan politik,” ujar Rendra .

Mahasiswa menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar soal pemilihan alumni. Lebih jauh, ini adalah ujian terhadap integritas demokrasi di ruang akademik.

Diamnya aparat, kata mereka, hanya akan membuka ruang bagi elite bermasalah untuk mencuci nama melalui panggung kampus.

Somasi yang dilayangkan juga menyinggung potensi pelanggaran etik pejabat publik. Posisi staf khusus melekat dengan kewajiban menjaga integritas jabatan negara.

Dugaan penyalahgunaan data administratif ribuan mahasiswa bukan hanya masalah kampus, tetapi berimplikasi pada hukum dan tata kelola pemerintahan.

“Jika negara tutup mata, preseden buruk ini akan terus berulang. Demokrasi kampus yang dikorbankan hari ini bisa menjadi cermin rapuhnya demokrasi nasional di masa depan,” bunyi pernyataan sikap mahasiswa.

Artikel Terbaru

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

artikel yang mirip

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...