266 total views
INNNEWS – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu yang paling mencolok adalah harga minyak goreng yang kini menembus Rp23.600 per liter, memicu keluhan dari masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Berdasarkan pantauan di beberapa pasar, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng, tetapi juga pada komoditas lain seperti beras, cabai, dan telur ayam. Pedagang menyebutkan bahwa lonjakan harga ini dipengaruhi oleh distribusi yang tersendat serta meningkatnya permintaan menjelang periode tertentu.
“Minyak goreng sekarang sudah di atas Rp23 ribu per liter. Biasanya masih di kisaran Rp20 ribuan. Pembeli jadi banyak yang mengurangi belanja,” ujar salah satu pedagang sembako di pasar setempat.
Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan dan warung makan. Mereka terpaksa menyesuaikan harga jual atau mengurangi porsi demi menekan biaya produksi. Tidak sedikit pula yang mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya daya beli masyarakat.
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya diikuti kenaikan kebutuhan pangan. Intervensi pasar dan pengawasan distribusi dinilai penting agar harga tidak terus melonjak.
Pihak terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan harga di lapangan serta berupaya menjaga ketersediaan pasokan. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar kondisi pasar tetap stabil.


