HomeOpiniPIKI Seharusnya Menyuarakan Kebenaran, Bukan Sekadar Menjadi Mitra Kekuasaan

PIKI Seharusnya Menyuarakan Kebenaran, Bukan Sekadar Menjadi Mitra Kekuasaan

Published on

spot_img

 475 total views

INNNEWS – Di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang masih menjadi perhatian publik, mulai dari ketimpangan ekonomi, praktik korupsi, penegakan hukum yang dipertanyakan, hingga berbagai kebijakan yang menuai kritik masyarakat, kehadiran organisasi intelektual seperti PIKI seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai penjaga suara moral bangsa.

Sebagai organisasi yang menghimpun kaum intelektual Kristen, PIKI memiliki tanggung jawab etis untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan, termasuk ketika suara tersebut tidak sejalan dengan kepentingan politik penguasa. Tradisi intelektual dan nilai-nilai Kristiani mengajarkan keberpihakan kepada kebenaran, bukan kepada kekuasaan. Karena itu, ukuran utama keberhasilan organisasi bukanlah kedekatannya dengan pemerintah, melainkan keberaniannya menyampaikan kritik yang konstruktif demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Penunjukan seorang pejabat aktif sebagai ketua umum tentu menimbulkan pertanyaan publik mengenai kemampuan organisasi untuk tetap menjaga independensi sikapnya. Dalam situasi seperti ini, PIKI justru perlu membuktikan bahwa dirinya tidak sedang bergerak menjadi instrumen legitimasi kekuasaan. PIKI harus tetap mampu menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Kritik yang muncul bukanlah kritik terhadap pribadi Maruarar Sirait. Ia memiliki hak yang sama untuk memimpin organisasi masyarakat. Persoalannya adalah bagaimana memastikan bahwa PIKI tidak kehilangan fungsi utamanya sebagai moral force dan think tank independen. Organisasi intelektual seharusnya mampu mengkritisi pemerintah ketika kebijakan dinilai tidak berpihak kepada rakyat, termasuk jika kebijakan tersebut berasal dari kementerian yang dipimpin oleh ketua umumnya sendiri.

Kekhawatiran ini semakin relevan ketika sejumlah pernyataan dari pengurus baru menempatkan PIKI sebagai “mitra strategis pemerintah” dan organisasi yang ingin memberi pengaruh terhadap kebijakan negara. Menjadi mitra pemerintah tentu bukan masalah. Akan tetapi, kemitraan tidak boleh berubah menjadi kedekatan yang mengurangi daya kritis organisasi.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak organisasi masyarakat kehilangan relevansi ketika terlalu larut dalam orbit kekuasaan. Kritik internal melemah, ruang perdebatan menyempit, dan organisasi lebih sibuk mempertahankan hubungan dengan elite dibandingkan memperjuangkan aspirasi anggota. Kondisi seperti ini perlu diantisipasi sejak awal oleh PIKI.

Kepercayaan publik terhadap organisasi intelektual lahir dari konsistensinya dalam membela kebenaran. Ketika organisasi lebih memilih diam terhadap persoalan bangsa karena pertimbangan kedekatan politik, maka fungsi intelektual dan moralnya akan kehilangan makna. Sebaliknya, jika PIKI mampu menunjukkan keberanian moral untuk berbicara secara objektif dan independen, maka organisasi ini akan tetap relevan sebagai kekuatan pemikiran yang dihormati, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas.

Artikel Terbaru

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

artikel yang mirip

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....