26 total views
INNNEWS– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Hingga Rabu (29/7/2026) pagi, jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 13 orang, ratusan lainnya terluka, dan sejumlah warga masih dinyatakan hilang. Kabar baik datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo yang memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak dalam kondisi aman.
Kronologi dan Dampak Gempa
Gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat (14.27 WIB) dengan pusat gempa di Prefektur Kumamoto, kedalaman sekitar 10 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat magnitudo 7,1, sementara USGS Amerika Serikat mencatat 6,8. Intensitas guncangan mencapai skala 7 (maksimum skala seismik Jepang) di Kota Uki dan Hikawa.
Dampak kerusakan cukup signifikan.
Lantai dua Aeon Mall di Kashima ambruk dan sempat terjadi ledakan yang diduga akibat kebocoran gas. Sejumlah orang terjebak di reruntuhan mal tersebut. Di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, cerobong asap runtuh dan menewaskan dua orang serta membuat beberapa pekerja hilang. Setidaknya 12 rumah roboh di berbagai lokasi, jalan dan jembatan rusak, serta pemadaman listrik menimpa puluhan ribu rumah tangga.
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk Laut Ariake dan Laut Yatsushiro, namun kemudian dicabut. Pemerintah Jepang mengerahkan ribuan personel Pasukan Bela Diri (SDF) dan membentuk pusat krisis di Kantor Perdana Menteri untuk mempercepat pencarian dan penyelamatan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan operasi penyelamatan masih berlangsung dan meminta warga waspada terhadap gempa susulan dalam seminggu ke depan.
WNI Dinyatakan Aman
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyampaikan bahwa KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto dan Kyushu. “Sejauh ini belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman,” ujarnya.
KBRI Tokyo juga mengimbau seluruh WNI di Jepang untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, dan memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia sebelumnya memastikan gempa di Jepang tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Upaya Penyelamatan Berlanjut
Hingga Rabu pagi, tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dari reruntuhan mal dan bangunan lainnya. Beberapa orang berhasil dievakuasi hidup-hidup dari Aeon Mall, namun proses pencarian masih terus dilakukan karena masih ada warga yang belum ditemukan.
Gempa ini mengingatkan kembali pada gempa besar Kumamoto 2016 yang juga menimbulkan kerusakan parah di wilayah yang sama. Otoritas Jepang menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa susulan.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan konsuler jika diperlukan. Masyarakat diminta tidak panik dan hanya merujuk pada informasi resmi dari sumber terpercaya.


