17 total views
INNNEWS – Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi. Ganjar menegaskan bahwa tidak semua demonstrasi bisa digeneralisasi sebagai aksi bayaran.
Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat dihubungi media, merespons pidato Presiden Prabowo di Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperingatkan pihak-pihak yang mendanai demo dan menyebut ada demonstran yang mengaku dibayar Rp200.000 namun tidak memahami isu yang diusung.
“Beliau sudah tahu maka beliau sudah bisa menyikapi. PDI Perjuangan menghormati pernyataan-pernyataan Presiden yang beliau sampaikan di mana pun. Kami selalu mengikuti dengan saksama termasuk respons publik. Kalau memang ada pihak yang membiayai demonstrasi, tentu lebih baik dibuka kepada publik dan diproses secara hukum,” kata Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menekankan pentingnya kepastian hukum dalam berdemokrasi. Menurutnya, dugaan semata tanpa bukti yang jelas hanya akan menimbulkan polemik di ruang publik.
“Perlu kami sampaikan demokrasi itu membutuhkan kepastian hukum, bukan sekadar dugaan atau narasi yang akhirnya menjadi polemik publik. Namun kita juga tidak boleh menganggap semua demonstrasi sebagai aksi bayaran. Fakta di lapangan menunjukkan persoalannya jauh lebih kompleks,” ujar Ganjar.
Ia menambahkan, legitimasi pemerintahan tidak diukur dari sedikit atau banyaknya demonstrasi, melainkan dari kemampuan merealisasikan janji-janji politik. Ganjar menyinggung target 19 juta lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan peningkatan kesejahteraan guru sebagai contoh yang harus dipenuhi.
“Pada akhirnya, legitimasi sebuah pemerintahan tidak diukur dari sedikit atau banyaknya demonstrasi, tetapi dari seberapa besar janji-janji politik dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bila kesejahteraan meningkat, lapangan kerja terbuka, pendidikan makin terjangkau, dan pelayanan publik membaik, maka kepercayaan rakyat akan tumbuh dengan sendirinya. Demokrasi tidak perlu dilawan dengan narasi, demokrasi dijawab dengan kinerja. Kami bantu dengan doa,” jelasnya.
Pernyataan Ganjar ini menjadi salah satu respons dari partai oposisi terhadap pernyataan Presiden Prabowo. Beberapa partai koalisi, seperti Golkar dan PAN, justru mendukung sikap Presiden dengan menekankan pentingnya menjaga ruang publik dari praktik politik uang.
Hingga saat ini, pemerintah belum secara resmi membuka identitas pihak yang diduga mendanai aksi demonstrasi tersebut.


