HomeHeadlineKita Bayangkan Indonesia Emas, tapi SDM Darurat Pornografi Anak dan Judi Online 

Kita Bayangkan Indonesia Emas, tapi SDM Darurat Pornografi Anak dan Judi Online 

Published on

spot_img

 1,006 total views

INN NEWS – Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemerintah menekankan tercapainya bonus demografi hingga Indonesia emas, tapi sumber daya manusia (SDM) masih terikat dengan permasalahan seperti judi online.

Judi online kata Hidayat harus segera diselesaikan. Apalagi yang terjerat judi online sebagian besar adalah warga menengah ke bawah.

Lanjutnya, Indonesia tak hanya darurat judi online, tapi juga darurat pornografi anak. Hal ini bisa terlihat dari kasus yang terjadi hari-hari ini.

Tak hanya darurat judi online, HNW juga menyebut Indonesia darurat pornografi anak karena kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kalau kita membayangkan tentang Indonesia emas, kita membayangkan tentang panen bonus demografi, bagaimana mungkin kita membayangkan kalau sumber daya manusia Indonesia dalam posisi darurat pornografi anak, darurat judi online,” kata Hidayat di DPP PKS, Jakarta, Selasa (18/6).

Kasus pornografi anak yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan adalah ibu yang melakukan kejahatan pornografi terhadap anaknya sendiri karena diiming-imingi uang Rp 15 juta.

“Dan kami anggota DPR dari PKS dan saya di Komisi VIII, tentu bagian daripada program advokasi partai sudah sejak periode yang lalu meneriakkan agar satu-satunya kementerian yang membawa nama perlindungan anak yaitu KPPA itu ditingkatkan kewenangannya, sehingga dia tidak hanya kementerian yang terlibat koordinatif tetapi harusnya menjadi kementerian yang bersifat teknis seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pertanian dan sebagainya,” ujarnya.

Hidayat kemudian meminta anggaran KPPA ditingkatkan untuk menangani situasi darurat yang tengah dialami oleh anak.

“Anggaran tidak pernah naik lebih dari Rp 325 miliar setiap tahun. Bahkan 3 tahun ini mengalami penurunan. Kalaupun ada kenaikan, itu pun tidak terkait dengan perlindungan anak,”

Tentu ini menggambarkan betapa sisi bernegara yang harus dikritisi, harus diingatkan, Indonesia dengan kondisi darurat semacam ini harusnya negara hadir untuk kemudian memperkuat komitmennya melalui kementerian-kementeriannya, melalui lembaga-lembaga yang ada,” tuturnya lagi.

“Sekali lagi ini semuanya mengingatkan apa yang pernah disampaikan oleh Wakil Presiden Kiai Haji Ma’ruf Amin, ini semuanya adalah bentuk apa yang disebut sebagai Indonesia darurat akhlak, darurat moral,” Tutupnya.

 

·

Artikel Terbaru

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...

Penanganan Karhutla: Kapal & Helikopter Jepang Bersiap, Satwa Jadi Perhatian

  INNNEWS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin diperkuat dengan kedatangan...

artikel yang mirip

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah

  INNNEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi...

Dugaan Mafia Tanah PTSL di Bogor Dibongkar

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis...

Pria Ditemukan Tewas di Area GBK setelah Kirim Sinyal SOS

  INNNEWS – Seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK),...