HomeHeadlineKita Bayangkan Indonesia Emas, tapi SDM Darurat Pornografi Anak dan Judi Online 

Kita Bayangkan Indonesia Emas, tapi SDM Darurat Pornografi Anak dan Judi Online 

Published on

spot_img

 944 total views

INN NEWS – Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemerintah menekankan tercapainya bonus demografi hingga Indonesia emas, tapi sumber daya manusia (SDM) masih terikat dengan permasalahan seperti judi online.

Judi online kata Hidayat harus segera diselesaikan. Apalagi yang terjerat judi online sebagian besar adalah warga menengah ke bawah.

Lanjutnya, Indonesia tak hanya darurat judi online, tapi juga darurat pornografi anak. Hal ini bisa terlihat dari kasus yang terjadi hari-hari ini.

Tak hanya darurat judi online, HNW juga menyebut Indonesia darurat pornografi anak karena kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kalau kita membayangkan tentang Indonesia emas, kita membayangkan tentang panen bonus demografi, bagaimana mungkin kita membayangkan kalau sumber daya manusia Indonesia dalam posisi darurat pornografi anak, darurat judi online,” kata Hidayat di DPP PKS, Jakarta, Selasa (18/6).

Kasus pornografi anak yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan adalah ibu yang melakukan kejahatan pornografi terhadap anaknya sendiri karena diiming-imingi uang Rp 15 juta.

“Dan kami anggota DPR dari PKS dan saya di Komisi VIII, tentu bagian daripada program advokasi partai sudah sejak periode yang lalu meneriakkan agar satu-satunya kementerian yang membawa nama perlindungan anak yaitu KPPA itu ditingkatkan kewenangannya, sehingga dia tidak hanya kementerian yang terlibat koordinatif tetapi harusnya menjadi kementerian yang bersifat teknis seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pertanian dan sebagainya,” ujarnya.

Hidayat kemudian meminta anggaran KPPA ditingkatkan untuk menangani situasi darurat yang tengah dialami oleh anak.

“Anggaran tidak pernah naik lebih dari Rp 325 miliar setiap tahun. Bahkan 3 tahun ini mengalami penurunan. Kalaupun ada kenaikan, itu pun tidak terkait dengan perlindungan anak,”

Tentu ini menggambarkan betapa sisi bernegara yang harus dikritisi, harus diingatkan, Indonesia dengan kondisi darurat semacam ini harusnya negara hadir untuk kemudian memperkuat komitmennya melalui kementerian-kementeriannya, melalui lembaga-lembaga yang ada,” tuturnya lagi.

“Sekali lagi ini semuanya mengingatkan apa yang pernah disampaikan oleh Wakil Presiden Kiai Haji Ma’ruf Amin, ini semuanya adalah bentuk apa yang disebut sebagai Indonesia darurat akhlak, darurat moral,” Tutupnya.

 

·

Artikel Terbaru

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

artikel yang mirip

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...