1,077 total views
Laporan Kontributor INN Indonesia Risman Serang
TUAL, INN Indonesia – Selama masa pandemi Covid-19, para pedagang jajanan khas Kei di Pasar Masrum Kota Tual mengaku sepi pemasukan.
Para pedagang mengaku, omzet menurun hingga 80%m Padahal sebelumnya para penjual bisa meraup Rp 1 juta hingga Rp 2 juta bahkan lebih.
“Biasanya setiap hari dapat 1 juta hingga 2 juta, namun saat pandemi pendapatan menurun hingga hanya Rp 500 ribu per harinya,” ungkap salah satu pedagang, Nuryani Taurotubun saat dikunjungi INN Indonesia di Pasar Masrum Tual, Selasa (28/6/2022) siang.
Nuryani mengaku, tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara selama pendemi menjadi penyebab turunnya pemasukan.
“Kebanyakkan pembeli biasanya dari luar Kota Tual seperti dari Jawa, Papua bahkan dari Jakarta yang paling sering, namun sekarang massa pendemi seperti ini, turis sedikit bahkan tidak ada sama sekali,” lanjutnya.
Menurutnya, apabila kapal yang menyinggahi Pelabuhan Kota Tual lancar, maka omset semakin naik tapi kalau tidak lancar maka sepi pembeli.
“Kalau kapal lancar maka banyak pendepatan kami juga, tetapi selama ini kan belum terlalu lancar, meskipun perlahan-lahan mulai menuju ke lancar,” ungkapnya
Nuryani hanya bisa berharap, pandemi segera berakhir agar pemasukannya bisa kembali seperti sedia kala.
“Ya mau buat bagaimana, ada dan tidak ada kita tetap bersyukur saja,” katanya.
Dari pantauan INN Indonesia di lokasi, ada 9 lapak pedagang yang menjual berbagai jenis olahan jajanan khas kota Tual yang selalu menjadi oleh-oleh andalan untuk kerabat.
Jajanan khas Kepulau Kei itu antara lain, enbal kacang, enbal keju, enbal keju susu, stick embal rasa original, stick embal rasa balado, enbal bunga (embal love), kacang botol dan masih banyak lagi.
Harga yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu perbungkusnya. (*)


