HomeTrendingDemo Tolak RUU di Malang, 10 Orang Hilang, Ada yang Luka Baku...

Demo Tolak RUU di Malang, 10 Orang Hilang, Ada yang Luka Baku Hantam dengan Polisi 

Published on

spot_img

 1,268 total views

MALANG – Demo menolak Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) di Kota Malang, Jawa Timur pada Minggu (23/3/2025) malam berujung ricuh.

Demo tersebut berpusat di depan Gedung DPRD Kota Malang.

Dari laporan sumber INN, masa aksi terlibat bentrokan dengan aparat keamanan, hingga menyebabkan kebakaran akibat lemparan molotov.

Aliansi Suara Rakyat (ASURO) dalam rilisannya menyebut sejumlah korban berjatuhan dalam insiden tersebut.

Hingga pukul 21.25 WIB, diperkirakan ada 6 hingga 7 orang peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka. Selain itu, sekitar 10 orang massa aksi dilaporkan hilang kontak, sementara 3 orang lainnya telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto dalam keterangannya mengatakan ada tujuh aparat mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

“Iya benar, ada 7 personel yang terluka. Terdiri dari 6 anggota polisi dan satu orang TNI,” ungkap Yudi.

Dengan demikian, total korban luka-luka dari kedua belah pihak mencapai sekitar 14 orang.

Diketahui situasi mulai memanas ketika massa aksi melemparkan dua bom molotov ke arah Gedung DPRD Kota Malang. Akibatnya, kobaran api muncul di area teras depan gedung.

Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang segera dikerahkan dan berhasil memadamkan api sebelum merembet lebih jauh. Selain itu, massa juga membakar seragam TNI sebagai bentuk simbolik penolakan terhadap RUU TNI.

Tak hanya itu, pos jaga di depan Gedung DPRD turut menjadi sasaran perusakan.

Menurut rilis ASURO, tindakan represif dari aparat terjadi selama proses pembubaran, termasuk dugaan kekerasan fisik dan verbal terhadap peserta aksi.

“Sejumlah massa aksi ditangkap, dipukul, dan mendapatkan ancaman. Tim medis, pers, serta pendamping hukum yang bersiaga di Halte Jl. Kertanegara juga mengalami pemukulan, kekerasan seksual, dan ancaman pembunuhan secara verbal,” demikian bunyi rilis ASURO pada Minggu malam.

Selain itu, sejumlah perangkat elektronik dan alat medis yang digunakan tim medis turut dirampas oleh aparat. Setelah beberapa jam berlangsung, situasi di sekitar Gedung DPRD Kota Malang mulai berangsur kondusif pada pukul 18.50 WIB.

Massa aksi secara perlahan mundur ke arah Jalan Kertanegara, sementara aparat keamanan tetap bersiaga untuk memastikan ketertiban di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait jumlah pasti korban maupun perkembangan lebih lanjut dari para peserta aksi yang dilaporkan hilang kontak.

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...