644 total views
JAKARTA – Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Seskab dan Mensesneg seperti terlihat dalam video yang diunggah Total Politik, Selasa (29/4/2025).
“Maka pada hari ini (21 April 2025) sepertinya saat itu sudah tiba, surat pengunduran diri saya tandatangani dan saya kirimkan kepada Presiden lewat 2 kawan baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” kata Hasan dalam video tersebut, mengutip.
Hasan mengatakan keputusan mengundurkan diri dari jabatan Kepala PCO melalui proses yang matang dan tidak emosional. Imengatakan sudah saatnya ‘menepi’ dan memberikan kesempatan kepada sosok yang lebih baik.
Hasan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Hasan menilai hal tersebut sebagai kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya.
“Tapi saya juga harus meminta maaf kepada beliau jika selama memberikan pelayanan kepada Presiden masih jauh dari apa yang beliau harapkan,” ucap Hasan.
Selain itu, Hasan Nasbi siap membantu proses transisi kepemimpinan di PCO. Hasan telah tidak berkegiatan sebagai Kepala PCO sejak 21 April 2025 lalu.
Kontraversi Kepala Babi
Hasan sempat diminta mundur akibat pernyataannya yang kontroversial terkait teror kepala babi yang dikirim ke kantor redaksi Tempo.
Pernyataan Hasan yang menyebut kepala babi tersebut sebaiknya “dimasak saja” memicu kritik keras dari berbagai pihak dan dianggap meremehkan ancaman terhadap kebebasan pers.
Kontroversi bermula pada Maret 2025, ketika kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga yang ditujukan kepada jurnalis Francisca Christy Rosana yang dikenal sebagai Cica.
Insiden ini diperparah dengan pengiriman paket lain berisi bangkai tikus yang dipenggal, serta serangan siber seperti doxing terhadap Cica dan peretasan akun WhatsApp ibunya.
Ketika diminta tanggapan mengenai teror tersebut, Hasan Nasbi dengan nada ringan berkata, “Udah dimasak aja, dimasak aja,” sembari menyebut bahwa ancaman itu tidak serius karena Cica menanggapinya dengan humor di media sosial.
Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman. Koalisi Masyarakat Sipil menilai ucapan Hasan mencerminkan sikap arogan dan kurangnya sensitivitas terhadap kebebasan pers.
Ketua Partai Buruh, Said Iqbal, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memecat Hasan, menyebut pernyataannya tidak pantas bagi seorang pejabat publik. Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, juga mengkritik Hasan, menyatakan bahwa ucapannya tidak hanya menghina media, tetapi juga merendahkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Presiden Prabowo Subianto turut merespons dengan menyebut pernyataan Hasan sebagai “teledor” dan kesalahan komunikasi.
Dalam pernyataannya pada 6 April 2025, Prabowo menegaskan bahwa insiden kepala babi dan bangkai tikus merupakan upaya untuk memecah belah masyarakat.
Ia juga mengutus Menteri HAM Natalius Pigai untuk menangani situasi, menunjukkan betapa seriusnya dampak dari pernyataan Hasan.


