HomeTrendingKetika Bansos Akan Difokuskan untuk Lansia, Disabilitas, dan ODGJ

Ketika Bansos Akan Difokuskan untuk Lansia, Disabilitas, dan ODGJ

Published on

spot_img

 547 total views

JAKARTA – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengumumkan rencana perombakan kebijakan penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Budiman menegaskan bahwa ke depannya, bansos akan diprioritaskan hanya untuk tiga kelompok utama: lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mengurangi kecemburuan sosial di masyarakat.

Fokus pada Kelompok Paling Rentan

Budiman menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara lebih efektif.

“Bansos harus diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu bekerja secara mandiri, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan ODGJ,” ujar Budiman, sebagaimana dikutip dari unggahan di platform X.

Ia menambahkan bahwa masyarakat miskin yang masih mampu bekerja diharapkan dapat mandiri melalui pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Budiman, kebijakan ini juga bertujuan untuk menghindari ketergantungan pada bansos di kalangan masyarakat yang sebenarnya memiliki potensi untuk produktif.

“Masa nganggur tapi HP-nya dua, rokok nggak putus, main judi online 24 jam. Mau hidup dari negara terus?” katanya, menyinggung fenomena penyalahgunaan bansos oleh kelompok yang tidak sepenuhnya membutuhkan.

 

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...