626 total views
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan publik dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel.
Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Kamis (21/8/2025). “Benar,” ujar Fitroh dalam keterangannya membenarkan kabar penangkapan Noel dalam operasi yang digelar pada Rabu malam (20/8/2025).
OTT ini terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut Fitroh, KPK menangkap total 10 orang dalam operasi tersebut, termasuk Noel dan diduga pejabat eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan.
“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” jelas Fitroh, meski belum merinci jumlah perusahaan yang menjadi korban atau detail konstruksi perkara.
KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum Noel dan pihak-pihak lain yang diamankan.
Hingga kini, pemeriksaan masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dan informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui konferensi pers resmi.
Profil Immanuel Ebenezer
Immanuel Ebenezer, lahir di Riau pada 22 Juli 1975, adalah figur yang dikenal sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), kelompok relawan pendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Ia dikenal vokal dan militan dalam mendukung Jokowi, bahkan pernah menjadi saksi yang meringankan dalam kasus terorisme Munarman pada 2022.
Namun, arah politiknya berubah ketika ia mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, bergabung dengan Partai Gerindra.
Meski gagal melenggang sebagai calon legislatif (caleg) Gerindra pada Pemilu 2024, Noel diangkat sebagai Wamenaker pada Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Jabatan ini baru diembannya selama 10 bulan sebelum terjaring OTT KPK. Sebelumnya, ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha BUMN Pupuk Indonesia, antara 2021 hingga Maret 2022.
Harta Kekayaan Noel
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada Januari 2025, total harta kekayaan Immanuel Ebenezer mencapai Rp17,62 miliar.
Harta tersebut meliputi tanah dan bangunan senilai Rp12,14 miliar yang tersebar di Depok dan Bogor, serta alat transportasi dan mesin senilai Rp3,33 miliar.
Kontroversi dan Karier Politik
Karier politik Noel tidak lepas dari kontroversi. Selain perubahan dukungan politik dari Jokowi ke Prabowo-Gibran, ia juga dikenal dengan pernyataan-pernyataan yang kerap memicu perdebatan.
Salah satunya adalah pandangannya tentang mafia regulasi yang menyebabkan tingginya angka pengangguran sarjana di Indonesia.
Ia juga pernah menyoroti praktik magang berkepanjangan tanpa kepastian status di sejumlah perusahaan saat melakukan inspeksi ke Cikarang.
Penangkapan ini menambah daftar panjang OTT KPK pada 2025, menjadi yang kelima dalam tahun ini. Sebelumnya, KPK telah menjaring pejabat DPRD dan Dinas PUPR di berbagai daerah terkait kasus suap dan korupsi.
Kasus ini masih menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait detail perkara dan pihak-pihak yang terlibat.
Publik kini menanti apakah Noel akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan setelah pemeriksaan.
Kejadian ini kembali mencoreng dunia politik Indonesia, menegaskan tantangan besar dalam memberantas korupsi di kalangan pejabat tinggi.


