HomeHeadlineIran Eksekusi Remaja 18 Tahun yang Ditangkap Saat Protes Januari 2026

Iran Eksekusi Remaja 18 Tahun yang Ditangkap Saat Protes Januari 2026

Published on

spot_img

 438 total views

INNEWS – Rezim Iran kembali melakukan eksekusi mati terhadap seorang remaja. Amirhossein Hatami, pemuda berusia 18 tahun, digantung pada 2 April 2026 di Penjara Ghezel Hesar, Alborz. Eksekusi ini dilakukan hanya 84 hari setelah ia ditangkap selama unjuk rasa anti-pemerintah pada Januari 2026.

Menurut pengumuman badan peradilan Iran melalui Mizan News Agency, Hatami divonis mati atas tuduhan moharebeh (permusuhan terhadap Tuhan) dan merusak fasilitas keamanan. Ia dituduh memasuki pangkalan Basij di Jalan Damavand, Teheran, membakarnya, serta mencoba merebut senjata dan amunisi. Rezim mengklaim Hatami mengakui semua tuduhan tersebut saat interogasi.

Namun, kelompok hak asasi manusia internasional memberikan gambaran berbeda. Amnesty International menyebut proses persidangan Hatami “sangat tidak adil” dan didasarkan pada pengakuan paksa di bawah penyiksaan. Ia termasuk dalam kelompok tujuh pemuda yang dijatuhi hukuman mati oleh Cabang 15 Pengadilan Revolusioner Teheran pada 9 Februari 2026, kurang dari sebulan setelah penangkapan mereka.

Protes Januari 2026 bermula dari krisis ekonomi yang semakin parah dan dengan cepat berubah menjadi demonstrasi anti-rezim. Ribuan orang turun ke jalan menuntut perubahan. Rezim merespons dengan penangkapan massal dan hukuman berat. Hatami menjadi salah satu korban termuda dalam gelombang eksekusi ini.

Iran Human Rights (IHRNGO) mencatat bahwa eksekusi Hatami menambah daftar panjang kasus serupa. Banyak tahanan politik mengalami penyiksaan, pengakuan paksa, dan persidangan kilat tanpa akses pengacara yang memadai. Aktivis menyebut eksekusi ini sebagai bentuk teror untuk meredam suara protes.

Komunitas internasional dan kelompok oposisi Iran mengecam keras eksekusi ini. Mereka menilai rezim semakin putus asa di tengah tekanan dalam negeri dan situasi regional yang memanas. Banyak yang khawatir eksekusi serupa akan terus berlanjut terhadap tahanan lain yang masih dalam daftar risiko.

Hingga kini, Iran tercatat sebagai salah satu negara dengan angka eksekusi tertinggi di dunia. Kasus Amirhossein Hatami kembali menyoroti isu hak asasi manusia yang krusial di negara tersebut.

INN Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Iran, termasuk nasib tahanan protes lainnya.

Artikel Terbaru

Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

INNNEWS-PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai...

13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi

INNNEWS-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memasuki...

MENGAPA RUPIAH MELEMAH?

INNNEWS - Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh banyak faktor. Tulisan ini mencoba menilai apakah...

Indonesia Tempel Vietnam di Puncak Klasemen AFF U-19 2026, Duel Penentu Juara Grup Menanti

INNNEWS – Timnas Indonesia U-19 kembali menunjukkan performa meyakinkan di ajang Piala AFF U-19...

artikel yang mirip

Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

INNNEWS-PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai...

13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi

INNNEWS-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memasuki...

MENGAPA RUPIAH MELEMAH?

INNNEWS - Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh banyak faktor. Tulisan ini mencoba menilai apakah...