HomeGlobalKonflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

Published on

spot_img

 167 total views

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup sementara setelah serangkaian serangan, sementara AS melancarkan serangan balasan. Eskalasi ini mengancam stabilitas pasokan minyak global.

Menurut laporan Reuters dan Associated Press, eskalasi terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kontainer di Selat Hormuz pada akhir pekan. Iran mengklaim kapal tersebut melintas melalui rute tidak resmi, kemudian menyatakan Selat Hormuz “ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, dan Jordan. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pusat komando dan fasilitas pemeliharaan jet di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa negara Teluk melaporkan sirene serangan udara dan intersepsi rudal.

Amerika Serikat melalui US Central Command (CENTCOM) melancarkan serangan udara terhadap puluhan target militer Iran, termasuk fasilitas rudal, drone, dan radar di sepanjang pantai selatan Iran. Presiden Donald Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran mengganggu kebebasan navigasi di perairan internasional.

“AS mengendalikan Selat Hormuz,” kata Trump dalam pernyataannya, sambil menekankan bahwa serangan bertujuan menurunkan kemampuan Iran menyerang kapal sipil.

Dampak Ekonomi: Harga Minyak Naik Tajam

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang biasanya melaluinya sekitar 20% pasokan minyak dunia. Ketegangan ini langsung memicu lonjakan harga minyak Brent Crude naik lebih dari 3-4%. West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan serupa. Para analis memperingatkan potensi gangguan pasokan yang lebih luas jika konflik berlanjut.

Konflik ini terjadi meskipun ada Memorandum of Understanding (MoU) interim yang ditandatangani Juni lalu untuk menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Berbagai pihak, termasuk PBB, mendesak de-eskalasi agar tidak kembali ke konflik skala penuh.

Sekjen PBB António Guterres menyatakan kekhawatiran atas “konsekuensi katastrofik” jika kekerasan berlanjut. Sementara itu, negara-negara Teluk mengecam serangan Iran terhadap wilayah mereka.

Artikel Terbaru

NASA Tunjuk 10 Ilmuwan untuk Riset di Kutub Selatan Bulan

INNNEWS – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk 10 ilmuwan untuk bergabung...

Iran dan Oman Hampir Finalisasi Kesepakatan Jalur Pelayaran di Selat Hormuz

INNNEWS  – Iran dan Oman berada di tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur pelayaran...

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026: Laga Hidup-Mati

INNNEWS – Timnas Indonesia menghadapi ujian kritis saat bertemu tuan rumah Singapura pada laga...

Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa

INNNEWS– Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk...

artikel yang mirip

NASA Tunjuk 10 Ilmuwan untuk Riset di Kutub Selatan Bulan

INNNEWS – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk 10 ilmuwan untuk bergabung...

Iran dan Oman Hampir Finalisasi Kesepakatan Jalur Pelayaran di Selat Hormuz

INNNEWS  – Iran dan Oman berada di tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur pelayaran...

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026: Laga Hidup-Mati

INNNEWS – Timnas Indonesia menghadapi ujian kritis saat bertemu tuan rumah Singapura pada laga...