HomeOpiniSoal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

Published on

spot_img

 96 total views

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta Presiden Prabowo Subianto agar dijatuhkan saja karena dinilai tidak bisa dinasihati.

Hanya itu. Kalau menasihati Prabowo, enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, Itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terima kasih,” kata Saiful dalam forum halal bihalal yang mengusung tema “Sebelum Pengamat Ditertibkan” dan digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, (31/3/2026).

Setelah permintaan Saiful itu, muncul tudingan bahwa dia telah melakukan makar atau berupaya menjatuhkan pemerintahan yang sah. Namun, beberapa hari kemudian lewat keterangan kepada media, Saiful membantah melakukan makar dan menilai ucapannya sebagai sikap politik.

Sementara menurut pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Champaig Nasarudin Sili Luli mengatakan, Keunggulan utama dari kelompok oposan seperti Saiful Mujaini ini posisinya yang jauh lebih terbuka dan berani dalam menyampaikan kritik konstruktif dan objektif kepada pemerintah yang berkuasa.

Sebab ia tidak terikat dan terkekang. Posisinya jauh lebih otonom, Bebas dari sandera kepentingan dan transaksi para elite koalisi. Dalam konteks kebebasan dan otonomi itu, fungsi oposan sebagai pengawal kebijakan pemerintah akan menjadi lebih orisinal dan bermutu.

Apapun motif kritik dari oposisi, asalkan sesuai fakta dan hasilnya bermanfaat bagi publik, sah jika diklaim sebagai representasi suara dan aspirasi rakyat.

Nasarudin menambahkan,kekuasaan tanpa kehadiran oposisi menyimpan bahaya laten yang jauh lebih destruktif. Ia berpotensi menjelma menjadi kekuasaan yang dimonopoli para elite koalisi. Kompromi yang saling menguntungkan antarmereka membuat kontrol terhadap kekuasaan menjadi sangat lemah. Ia cenderung menciptakan lingkaran setan oligarki.

Nasarudin, menambahkan erlindungan terhadap kelompok masyarakat yang menentang segala praktik penyalahgunaan kekuasaan negara,menjadi sangat minim. Ia menyumbat semua suara kritis,sehingga apa yang dilakukan oleh Saiful Mujaini dan teman-temannya, ini mencerminkan penyumbatan aspirasi formal kelembagaan legislatif.

Ia menambahkan jika kelompok elite itu mengendalikan penentuan kebijakan sesuai selera mereka. Mayoritas sumber daya dan aset negara yang menguntungkan secara ekonomis akan dikeruk untuk memperkaya lingkaran kekuasaan mereka. Pada gilirannya, hasil dari penguasaan kekuatan ekonomi ini membantu mengukuhkan dan melestarikan dominasi politik dalam lingkaran mereka saja. Ujarnya

Dii banyak negara menunjukkan kekuasaan yang tidak bisa dikontrol akan mengarah kepada pemerintahan yang absolut. Demikian pun halnya dengan kekuasaan yang dibangun dari koalisi tanpa kekuatan penyeimbang. Seolah memberikan karpet merah bagi terbentuknya pemerintahan yang otoriter.

Merujuk kepada alur argumentasi persoalan diatas di atas, jelas terlihat bahwa kehadiran kelompok oposisi sangat penting. Keberadaannya tidak bisa ditawar. Kekuasaan yang sehat adalah kekuasaan yang menawarkan, memelihara, dan menjamin hadirnya kelompok penyeimbang yang korektif dan konstruktif.Imbuhnya

Nasarudin menjelaskan mengapa kelompok penyeimbang itu harus dari institusi politik yang resmi? Sebab lembaga politik resmilah yang memiliki akses informasi dan data yang jauh lebih besar atau lebih mudah kepada lingkaran kekuasaan. Dalam konteks inilah kelompok oposan dari partai politik menjadi sebuah kebutuhan. Sifatnya mandatori.

Pada prinsipnya, demokrasi kita akan lebih sehat dan bermartabat bila ada partai yang mengambil pilihan oposisi. Ia bisa berdiri bersama dengan masyarakat sipil, mengawal dengan kritis, objektif, dan proporsional pemerintahan Prabowo-Gibran. Demi kemaslahatan rakyat.Ujarnya

Artikel Terbaru

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....

3 Terdakwa Korupsi Chromebook Dituntut 6–15 Tahun Penjara, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Terberat

INNNEWS – Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan,...

artikel yang mirip

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....