55 total views
INNNEWS – Huawei melalui program TECH4ALL memperkenalkan inisiatif inovatif bernama AI DigiSchool untuk menjembatani kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan di China. Program ini membawa keterampilan AI praktis langsung ke guru dan siswa di daerah terpencil.
Kesenjangan pendidikan antara kota dan desa masih menjadi masalah serius di banyak negara, termasuk China. Siswa di pedesaan sering menghadapi kelas yang lebih besar, kekurangan guru berkualitas, dana yang minim, serta keterbatasan fasilitas dan alat digital modern. Hal ini berdampak pada kesenjangan prestasi dan peluang ekonomi di masa depan.
Melalui AI DigiSchool, Huawei dan mitranya ingin memastikan AI tidak menjadi “pintu baru” yang memperlebar kesenjangan, melainkan menjadi jembatan untuk pemerataan akses teknologi. Proyek ini diimplementasikan oleh WaytoAGI, komunitas AI terbesar di China, dan diluncurkan pertama kali pada 2025 di Provinsi Yunnan.
Pendekatan Praktis dan Hands-on
Tim WaytoAGI yang terdiri dari ilmuwan, manajer proyek, hingga seniman membawa peralatan canggih seperti robot dog, drone, tablet, dan AI glasses langsung ke kelas dan lapangan sekolah. Pendekatan pengajaran tidak lagi bersifat ceramah satu arah, melainkan model cognition-practice-output (pemahaman-praktik-hasil) yang menekankan pengalaman langsung.
Materi pelatihan mencakup prompt engineering, pembuatan dan optimasi gambar, robotika, vibe coding, AI untuk inovasi. Siswa diajak membuat prompt untuk mendesain poster, gambar, dan video yang menceritakan kisah kampung halaman, pemandangan alam, hingga mimpi masa depan mereka.
Solusi untuk Tantangan Konektivitas
Menyadari banyak sekolah pedesaan memiliki masalah koneksi internet yang lemah, tim mengembangkan alat AI yang bisa digunakan offline. Salah satu favorit siswa adalah robot dog yang bisa bergerak, mendeteksi lingkungan, dan berinteraksi. Ada pula AI instant camera yang memproses gambar di perangkat lokal tanpa perlu internet.
Bagi guru, pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas mengajar melalui pembuatan materi pelajaran berbantuan AI, perencanaan pelajaran, dan alat manajemen kelas.
Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau 3.100 guru dan siswa di dua provinsi (Yunnan dan Gansu). Di Yunnan saja, tim menempuh perjalanan lebih dari 1.000 km dan melatih 150 guru serta 2.000 siswa. Edisi kedua di Gansu bekerja sama dengan TECH4ALL dan Western Sunshine Public Welfare Foundation.
“Yang kami lakukan bukan sekadar popularisasi AI atau pameran teknologi. Kami membantu guru dan anak-anak menyelesaikan perjalanan pembelajaran lengkap: mendengar dan melihat, kemudian merasakan, dan akhirnya benar-benar mencipta,” ujar Yang Yilian, Project Manager WaytoAGI.
Shen Xingwen dari Huawei TECH4ALL menambahkan bahwa AI DigiSchool membawa keterampilan AI yang membentuk komunitas pedesaan, memastikan tidak ada yang tertinggal.


