20 total views
INNNEWS – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya investasi besar-besaran di bidang pendidikan dan penelitian sebagai fondasi kemajuan inovasi serta masa depan bangsa. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat di hadapan 150 ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dalam pertemuan perdana tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kemampuan menghasilkan terobosan, penemuan, dan paten sangat bergantung pada kualitas pendidikan di dalam negeri.
“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan. Dan inilah, saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden memaparkan dua strategi utama investasi di sektor pendidikan. Pertama, memperbaiki kondisi fisik seluruh sekolah di Indonesia serta membangun sekolah-sekolah unggulan (Sekolah Garuda) yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Sekolah unggulan ini ditujukan bagi anak-anak terpintar agar dapat bersaing masuk universitas-universitas terbaik dunia.
Kedua, mengundang universitas ternama internasional untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, baik melalui joint program maupun kerja sama operasi (KSO). Kerja sama dengan Russell Group (24 universitas terkemuka di Inggris) sudah dirintis sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Presiden juga mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (research and development) masih jauh dari ideal. “Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita ya. Dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo meninjau langsung sekitar 15 booth hasil riset dan inovasi BRIN yang mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pangan, energi, kesehatan, sumber daya air (termasuk teknologi pendukung Giant Sea Wall), nuklir, perumahan, mitigasi bencana, serta sosial-politik-pendidikan-kebudayaan. Presiden sempat mencoba sejumlah inovasi, seperti meminum air olahan, menginjak genteng biomassa, dan mencicipi kripik ubi ungu hasil riset BRIN.
Pertemuan ini dihadiri Kepala BRIN Arif Satria beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Presiden mengapresiasi capaian para periset dan berharap dapat mengunjungi kampus-kampus BRIN di kesempatan mendatang.
Dengan menekankan pendidikan dan riset sebagai prioritas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi di kedua bidang tersebut merupakan koreksi bangsa sekaligus investasi jangka panjang demi generasi penerus Indonesia.


