16 total views
INNNEWS – Iran dan Oman berada di tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz. Kesepakatan ini mencakup koordinat geografis baru di mana sebagian besar rute kapal komersial akan melewati perairan teritorial Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai kesepahaman prinsip hampir di semua isu terkait, termasuk peta rute masuk dan keluar kapal. “Pemahaman ini mewakili model baru yang berbeda dari praktik 60 tahun terakhir, di mana sebagian besar jalur pelayaran akan melewati perairan teritorial Iran,” katanya seperti dilansir media resmi Iran.
Menurut pejabat Iran, kapal yang masuk Teluk akan menggunakan jalur utara di perairan Iran, sementara kapal yang keluar akan menggunakan jalur selatan dekat Oman. Selain itu, dibahas pembentukan pusat koordinasi bersama antara Iran dan Oman untuk mengatur lalu lintas maritim.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menambahkan bahwa koordinat geografis rute yang diusulkan telah disepakati. “Jika pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses ini, pernyataan bersama kedua negara yang berisi pertimbangan utama dan poin kesepakatan sedang dalam tahap final review dan drafting,” ujarnya.
Iran menekankan bahwa kesepakatan bilateral ini belum berarti pembukaan penuh Selat Hormuz. Pembukaan jalur secara lebih luas masih bergantung pada langkah Amerika Serikat, termasuk pencabutan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Negosiasi ini berlangsung di tengah ketegangan regional yang masih tinggi, termasuk ancaman dan serangan yang memengaruhi keamanan pelayaran komersial.
Kesepakatan yang hampir final ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya menstabilkan lalu lintas di salah satu jalur perairan paling krusial di dunia.


