HomeGlobalPartai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

Partai Kanselir Merz Kalah Besar di Pemilu Negara Bagian Jerman

Published on

spot_img

 19 total views

INNNEWS — Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami kekalahan telak dalam dua pemilu negara bagian Jerman yang digelar Minggu (20/9/2026). Hasil terburuk tercatat di Mecklenburg-Vorpommern, di mana CDU gagal mencapai ambang batas 5 persen suara sehingga untuk pertama kalinya dalam sejarah pasca-Perang Dunia II partai tersebut tidak mendapat kursi di parlemen negara bagian.

Menurut hasil sementara yang dikonfirmasi Senin (21/9/2026), CDU hanya meraih 4,9 persen suara di Mecklenburg-Vorpommern. Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) unggul dengan 38,2 persen, diikuti Partai Sosial Demokrat (SPD) yang dipimpin Perdana Menteri negara bagian Manuela Schwesig dengan 35,5 persen. Partai Kiri (Die Linke) mendapat sekitar 6,5 persen dan Partai Hijau 5,7 persen.

Merz sendiri menyebut hasil di Mecklenburg-Vorpommern sebagai “bencana”. “Hasil di Mecklenburg-Vorpommern tidak bisa ditutup-tutupi. Ini sebuah bencana,” ujarnya.

Kekalahan di Berlin

Pada hari yang sama, CDU juga mengalami kemunduran di ibu kota Berlin. Partai Kiri (Die Linke) unggul dengan sekitar 25,7 persen suara, sementara CDU turun ke posisi kedua dengan 18,8 persen. AfD mencatat hasil terbaiknya di Berlin dengan sekitar 16,3 persen. SPD hanya memperoleh sekitar 12 persen.

Kekalahan beruntun ini merupakan pukulan ketiga bagi CDU dalam waktu singkat. Dua pekan sebelumnya, pada 6 September 2026, CDU juga kalah telak di Sachsen-Anhalt. Di sana AfD meraih 43,8 persen suara, sementara CDU hanya 17,2 persen.

Reaksi Merz dan Situasi Politik

Meski mengalami kekalahan beruntun dan peringkat popularitasnya rendah, Merz menegaskan akan tetap menjabat sebagai kanselir. Ia berjanji terus mendorong paket reformasi ekonomi, pajak, dan pensiun yang dinilai sulit namun diperlukan untuk menghidupkan kembali perekonomian Jerman yang lesu.

“Apa yang harus dilakukan sekarang membutuhkan keteguhan, kesabaran, dan tulang punggung,” kata Merz. Ia menekankan pentingnya menjaga masa depan demokrasi Jerman.

Kepemimpinan CDU sejauh ini masih mendukung Merz. Namun, hasil pemilu negara bagian ini menambah tekanan di dalam koalisi pemerintahan federal yang melibatkan SPD. Beberapa tokoh partai mulai mempertanyakan arah kebijakan pemerintah.

Dampak Lebih Luas

Kemenangan AfD di dua negara bagian timur dalam waktu singkat memperkuat posisi partai tersebut di tingkat regional. Meskipun partai-partai lain masih menolak berkoalisi dengan AfD, hasil ini menunjukkan polarisasi politik yang semakin tajam di Jerman, terutama di wilayah bekas Jerman Timur.

Analis menilai kekalahan CDU mencerminkan ketidakpuasan pemilih terhadap kinerja pemerintah federal terkait isu ekonomi, migrasi, dan reformasi yang belum memberikan hasil nyata. Posisi Merz sebagai kanselir kini semakin terancam, meskipun belum ada tantangan terbuka dari dalam partainya.

Artikel Terbaru

Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

INNNEWS — Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan...

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran di MK

INNNEWS — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, 14 Orang Ditangkap

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang...

artikel yang mirip

Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone

INNNEWS — Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan...

Xi Jinping akan Kunjungi AS 23-25 September Bertemu Trump

INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25...

Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran di MK

INNNEWS — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...