22 total views
INNNEWS — Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026 atas undangan Presiden AS Donald Trump. Kunjungan ini akan menjadi pertemuan langsung kedua kedua pemimpin dalam tahun ini, setelah Trump berkunjung ke Beijing pada Mei lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengumumkan rencana tersebut dalam konferensi pers rutin di Beijing, Senin (21/9/2026). “Atas undangan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat dari 23 hingga 25 September,” ujar Guo.
Menurut Guo, selama kunjungan tersebut Xi akan melakukan “pertukaran pandangan secara mendalam” dengan Trump mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan bilateral China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia. Kedua belah pihak diharapkan bekerja sama untuk memperkuat dialog, mengelola perbedaan secara tepat, dan mendorong stabilitas global.
Agenda dan Rangkaian Acara
Xi diperkirakan tiba di Pangkalan Udara Joint Base Andrews pada 23 September. Trump dilaporkan akan menyambut langsung Presiden China di landasan pacu, sebuah gestur diplomatik yang jarang terjadi.
Pada 24 September, kedua pemimpin dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak di Gedung Putih. Rangkaian acara mencakup upacara penyambutan resmi, pertemuan bilateral, serta jamuan makan malam kenegaraan di East Room. Beberapa tokoh bisnis teknologi AS, termasuk pemimpin perusahaan besar, diundang hadir dalam jamuan tersebut.
Kunjungan ini menjadi perjalanan Xi ke AS yang pertama sejak 2023 (saat bertemu Presiden Joe Biden di sela KTT APEC di San Francisco) dan kunjungan kenegaraan penuh pertama sejak 2015. Beijing menyebut kunjungan timbal balik kedua kepala negara dalam kurun waktu enam bulan memiliki “makna bersejarah dan menjadi tonggak penting”.
Isu yang Diperkirakan Dibahas
Agenda pertemuan diperkirakan mencakup sejumlah isu krusial, di antaranya:
- Perdagangan dan tarif, termasuk kemungkinan perpanjangan gencatan senjata perdagangan yang akan berakhir.
- Kerja sama di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
- Mineral tanah jarang (rare earth).
- Isu geopolitik, termasuk Taiwan dan situasi di Timur Tengah.
Sebelum pertemuan, pejabat tinggi kedua negara telah menggelar pembicaraan persiapan di New York, termasuk diskusi mengenai pengurangan hambatan perdagangan untuk produk non-sensitif serta dialog khusus soal AI.
Kunjungan Xi ke Washington ini menjadi sorotan dunia mengingat ketegangan yang masih berlangsung di antara dua ekonomi terbesar dunia. Baik Beijing maupun Washington menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan bilateral demi kepentingan rakyat kedua negara dan perdamaian global.


