20 total views
INNNEWS – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kado istimewa bagi warga ibu kota menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan tarif seluruh transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta hanya dikenakan Rp1 pada Senin, 17 Agustus 2026.
Kebijakan ini berlaku untuk layanan Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta Mikrotrans. Dengan tarif spesial tersebut, masyarakat dapat berkeliling kota dengan biaya sangat terjangkau selama hari kemerdekaan.
“Tanggal 17 Agustus kita akan menyambut hari kemerdekaan. Dan untuk itu saya sebagai Gubernur Jakarta memutuskan untuk memberikan kado. Semua transportasi pada tanggal 17 Agustus yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta bayarnya hanya 1 rupiah saja,” ujar Pramono Anung di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Bentuk Apresiasi kepada Masyarakat
Pramono menjelaskan, kebijakan tarif Rp1 merupakan bentuk apresiasi sekaligus kado dari Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menambah kemeriahan perayaan kemerdekaan sekaligus mendorong lebih banyak warga menggunakan transportasi publik.
Selain tarif khusus, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara tersebut direncanakan dimeriahkan dengan panggung hiburan, pesta kembang api, pertunjukan drone, serta pembagian makanan gratis.
Catatan Penting
Tarif Rp1 hanya berlaku pada 17 Agustus 2026 dan terbatas pada moda transportasi yang dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Layanan seperti LRT Jabodebek dan KRL Commuter Line tidak termasuk dalam kebijakan ini dan tetap menggunakan tarif normal.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal, terutama bagi yang berencana mengikuti berbagai kegiatan peringatan HUT RI di pusat kota. Dengan adanya tarif spesial ini, diharapkan mobilitas warga Jakarta pada hari kemerdekaan semakin lancar dan meriah.
Pemprov DKI Jakarta terus mendorong penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari upaya menciptakan mobilitas yang lebih berkelanjutan di ibu kota.


