21 total views
INNNEWS – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Logam mulia ini melanjutkan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut di tengah spekulasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.
Mengutip data Reuters, harga emas spot naik 0,5 persen menjadi US$4.411,77 per troy ounce pada pukul 07.30 WIB. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 5 Juni 2026. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat lebih tajam, naik 1,2 persen ke posisi US$4.472,10 per troy ounce.
Pemicu Kenaikan
Penguatan harga emas terutama didorong oleh data pasar tenaga kerja AS yang dirilis Jumat (7/8/2026). Data tersebut menunjukkan perekonomian AS kehilangan 23.000 lapangan pekerjaan pada Juli 2026, jauh lebih lemah dari ekspektasi pasar. Meskipun tingkat pengangguran sempat turun tipis menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada Juni, pelemahan data ketenagakerjaan ini membuat pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas. Sebab, suku bunga rendah mengurangi opportunity cost memegang aset non-yielding seperti emas, sekaligus menekan nilai dolar AS yang membuat logam mulia lebih menarik bagi investor global.
Pasar Menanti Data Inflasi
Investor kini menanti rilis data inflasi AS pekan ini, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI). Data tersebut akan menjadi penentu penting arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Apabila inflasi menunjukkan tren pelemahan, peluang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka, yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi lagi.
Selain faktor moneter AS, permintaan safe haven juga masih mendukung harga emas. Ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di Timur Tengah terkait Selat Hormuz, turut menjadi latar belakang yang membuat investor mencari aset lindung nilai.
Dampak ke Pasar Domestik
Kenaikan harga emas dunia juga ikut mempengaruhi harga emas batangan di dalam negeri. Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian tercatat mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, seiring penguatan harga global.
Analis menilai, selama data ekonomi AS masih menunjukkan pelemahan dan ekspektasi suku bunga The Fed tetap dovish, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas, terutama menjelang rilis data inflasi yang sangat ditunggu pasar.
Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.


