22 total views
INNNEWS– Kegiatan bedah buku Reset Indonesia digelar di Masjid Agung Al Mukaromah, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, untuk mendorong generasi muda bersikap lebih kritis terhadap kondisi bangsa. Di tempat terpisah, Pemerintah Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, merencanakan revitalisasi Pasar Desa Papahan dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Bedah buku yang dihadiri jamaah dari berbagai generasi—mulai dari boomers hingga Gen Alpha—berlangsung pada 11 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan langsung salah satu penulis buku, Dandhy Dwi Laksono (jurnalis investigatif dan pendiri Watchdoc).
Peserta diajak mengekspresikan imajinasi mereka tentang perubahan yang dibutuhkan Indonesia. Buku Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu merupakan hasil ekspedisi panjang menelusuri berbagai persoalan struktural di Nusantara, mulai dari ketimpangan agraria, kerusakan lingkungan, hingga isu keadilan sosial.
Melalui diskusi interaktif, Dandhy menekankan pentingnya anak muda tidak hanya menjadi penonton, melainkan berani berpikir kritis dan terlibat dalam perubahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bedah buku yang digelar di berbagai kota untuk memperluas gagasan “Indonesia Baru”.
Sementara itu, di Desa Papahan, rencana revitalisasi pasar tradisional yang sudah berusia lebih dari 20 tahun terus berjalan. Pj Kepala Desa Papahan, Suwardi, menjelaskan bahwa penataan pasar telah dibahas dalam musyawarah desa (Musdes) jauh sebelum pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini berdiri di tengah kawasan pasar.
Sekitar 50 kios di sisi timur, barat, dan selatan pasar akan dibongkar melalui proses penghapusan aset desa yang memerlukan izin bupati. Nantinya, kios baru akan dibangun di sisi kanan dan kiri bangunan KDMP dengan konsep yang lebih tertata. Area depan direncanakan menjadi halaman terbuka sebagai akses utama dari Jalan Raya Solo–Tawangmangu sekaligus ruang bagi UMKM lokal.
Penghuni kios lama diprioritaskan untuk menempati kios baru. Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus mengoptimalkan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi desa yang strategis di jalur wisata.
Kedua kegiatan ini mencerminkan semangat perbaikan di Karanganyar: satu melalui penguatan kesadaran kritis generasi muda, dan satu lagi melalui penataan infrastruktur ekonomi rakyat di tingkat desa.


