24 total views
INNNEWS – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, masih menyisakan dampak besar hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Jumlah korban jiwa terus bertambah menjadi 68 orang, sementara gempa susulan masih aktif terjadi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten di Pulau Flores, dengan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur sebagai wilayah paling terdampak. Selain itu, ratusan warga mengalami luka-luka dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.
Kerusakan dan Gempa Susulan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT melaporkan setidaknya 7.968 rumah rusak dan 744 fasilitas umum serta infrastruktur terdampak. Angka ini masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses verifikasi di lapangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 2.119 gempa susulan hingga Selasa pagi (18/8) pukul 05.00 WIB. Magnitudo terbesar mencapai 6,2, sementara yang terkecil 1,3. Dari jumlah tersebut, 24 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 70 di antaranya dirasakan warga.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan aktivitas gempa susulan masih fluktuatif dan diperkirakan akan berangsur stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Pemulihan dan Bantuan
Di sisi lain, upaya pemulihan infrastruktur berjalan cukup cepat. Jaringan listrik dan telekomunikasi di Pulau Flores dilaporkan hampir 100 persen pulih. Bantuan logistik terus didistribusikan melalui jalur laut dan udara, termasuk ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang sempat terisolasi.
Pemerintah pusat dan daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menggalang dana dari ASN, serta berbagai pihak swasta dan masyarakat, terus mengirimkan bantuan untuk korban. Tim SAR dan relawan masih melakukan pencarian di lokasi-lokasi terdampak.
Gempa utama M 7,7 yang terjadi di dekat Mbay, Kabupaten Nagekeo, disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme thrust fault. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan dinyatakan berakhir beberapa jam setelah kejadian.
Pemerintah meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Proses penilaian kerusakan dan rekonstruksi diperkirakan akan segera dimulai setelah aktivitas gempa susulan mereda.


