36 total views
INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) dini hari, menewaskan 70 orang dan menyebabkan kerusakan luas di sejumlah kabupaten. Hingga Rabu (19/8/2026), aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung dengan total mencapai 2.768 kali.
Kronologi Kejadian
Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan episenter berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa dangkal ini dipicu aktivitas tektonik di Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan terasa kuat hingga intensitas VII–VIII MMI di beberapa wilayah, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah gelombang tsunami terpantau di sejumlah lokasi dengan ketinggian tertinggi mencapai sekitar 1,6 meter di Pota, Manggarai Timur.
Korban dan Dampak
Menurut data Basarnas per 18 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 70 orang. Rinciannya antara lain:
- Kabupaten Manggarai: 27 jiwa
- Kabupaten Manggarai Timur: 25 jiwa
- Kabupaten Nagekeo: 8 jiwa
- Kabupaten Sikka: 4 jiwa
- Kabupaten Ngada, Manggarai Barat, dan Ende: masing-masing 2 jiwa
Selain itu, tercatat ratusan hingga lebih dari seribu orang mengalami luka-luka (data Kementerian Kesehatan mencapai 1.182 orang yang dilayani di fasilitas kesehatan). Puluhan ribu warga mengungsi, dengan jumlah sementara mencapai sekitar 40.000 jiwa di berbagai posko dan lokasi mandiri.
Kerusakan material juga cukup besar. BNPB mencatat sekitar 11.925–12.000 unit rumah terdampak, dengan ribuan di antaranya rusak berat. Fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Gempa Susulan Masih Aktif
Hingga Rabu (19/8) pagi, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan. Magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,1. Sebanyak 24 gempa memiliki magnitudo di atas 5, sementara puluhan diguncang langsung dirasakan masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Arief Tyasmata, menyatakan aktivitas gempa susulan masih fluktuatif dan belum menunjukkan pola peluruhan yang jelas. Diperkirakan aktivitas seismik baru akan stabil dalam 2–3 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Respons Pemerintah
Pemerintah pusat dan daerah terus mengerahkan bantuan. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengiriman logistik menggunakan pesawat TNI AU dan kapal perang. Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp14,6 miliar berupa sembako, perlengkapan pengungsian, dapur umum, serta santunan bagi korban meninggal dan luka berat.
Tim SAR, TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan relawan masih melakukan penyisiran serta pemulihan di lokasi terdampak. Fokus saat ini beralih ke penyediaan tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur.
Gempa ini menjadi salah satu bencana seismik signifikan di wilayah Flores dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan selalu mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.


