32 total views
INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di kawasan Jalan Kyai H. Masykur, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Selasa (18/8/2026) sore. Insiden ini sempat membuat warga panik karena satwa tersebut masuk ke area rumah makan dan merobohkan sejumlah benda, termasuk tenda angkringan serta dua sepeda motor.
Kronologi Kejadian
Menurut General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, petugas mulai menyadari Didi tidak berada di kandangnya sekitar pukul 15.10 WIB. Setelah pemeriksaan, diketahui orangutan jantan tersebut berhasil memanjat dan melepas sistem pengaman elektrik di area exhibit.
Didi kemudian keluar dari kawasan Solo Safari melalui sisi timur, menyusuri jalan raya, melewati warung, merobohkan tenda angkringan, dan masuk ke area parkir Rumah Makan Bengawan. Di sana, satwa itu membuat dua sepeda motor yang terparkir roboh. Video kejadian yang viral di media sosial memperlihatkan orangutan bergerak di sekitar permukiman dan warung.
Tim internal Solo Safari yang memiliki kompetensi penanganan satwa segera dikerahkan. Proses pencarian dan pengamanan berlangsung sekitar 30 menit. Didi berhasil diamankan dalam kondisi sehat pada pukul 16.40 WIB dan dikembalikan ke exhibit-nya.
Penyebab dan Respons Manajemen
Miyana menjelaskan, Didi memiliki sifat penasaran tinggi dan kemampuan meniru perilaku manusia yang kuat. Meskipun sistem pengamanan di Solo Safari sudah berlapis, orangutan tersebut berhasil mengakali pengaman elektrik.
“Pengamanan kami berlapis, tapi dia sangat curious. Dia memanjat dan melepas elektrik pengaman,” kata Miyana.
Saat ini, Didi ditempatkan di pulau di tengah danau (mini island) bersama keluarga, termasuk anaknya yang berusia sekitar dua tahun. Manajemen Solo Safari (bagian dari Taman Safari Indonesia Group) telah meminta maaf kepada masyarakat atas kekhawatiran yang ditimbulkan dan berkomitmen mengganti kerugian, termasuk kerusakan di angkringan dan klaim motor jika ada.
“Kami memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada warga yang segera menginformasikan kejadian ini,” ujar Miyana.
Evaluasi Keamanan
Usai insiden, Solo Safari melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan sistem pengamanan. Hasil evaluasi akan digunakan untuk memperkuat pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Insiden ini menjadi pengingat tentang kecerdasan orangutan serta pentingnya sistem keamanan yang terus diperbarui di kawasan konservasi yang berdekatan dengan permukiman dan area publik.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Solo Safari sudah kembali terkendali dan operasional berjalan normal.


