32 total views
INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026. Target ini disampaikan Wali Kota Solo, Respati Ardi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan hunian yang sehat bagi warga sekaligus mengentaskan kawasan kumuh di Kota Solo.
Program penanganan RTLH menjadi salah satu prioritas Pemkot Solo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang masih menghuni rumah dengan kondisi tidak layak. Melalui perbaikan atau bedah rumah, diharapkan warga dapat menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Fokus Wujudkan Rumah Sehat
Respati menekankan bahwa penanganan RTLH tidak hanya soal memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih baik. “Program ini dilakukan untuk mewujudkan hunian yang sehat untuk warga serta mengentaskan kawasan kumuh di Kota Solo,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip ANTARA pada 12 Agustus 2026.
Penanganan RTLH biasanya mencakup perbaikan atap, dinding, lantai, sanitasi, hingga penyediaan fasilitas dasar lainnya agar rumah memenuhi standar kelayakan huni. Program ini bersinergi dengan berbagai sumber pendanaan, baik dari anggaran daerah, bantuan pemerintah pusat, maupun potensi kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga sosial.
Sinergi dengan Program Nasional
Target 800 unit RTLH di Solo sejalan dengan upaya nasional yang digencarkan pemerintah pusat dalam program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pemerintah pusat sendiri menaikkan target penanganan RTLH secara signifikan pada 2026 sebagai bagian dari agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman.
Pemkot Solo terus melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran. Warga yang memenuhi kriteria, terutama yang masuk dalam data keluarga miskin atau rentan, didorong untuk mendaftarkan diri melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Harapan ke Depan
Dengan target 800 unit, Pemkot Solo berharap dapat mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di wilayahnya. Keberhasilan program ini juga diharapkan mendukung citra Solo sebagai kota yang peduli terhadap kesejahteraan warganya dan terus berbenah menuju kota yang lebih layak huni.
Pemkot Solo mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk mendukung program ini agar target penanganan RTLH 2026 dapat tercapai optimal. Evaluasi dan monitoring akan terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.


