33 total views
INNNEWS – Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa utama magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total gempa susulan telah mencapai 7.492 kejadian hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, magnitudo terbesar tercatat 6,2 dan terkecil 1,0. Sebanyak 33 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sementara 143 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama sebagai proses penyesuaian kerak bumi menuju keseimbangan baru. Meski frekuensinya mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa hari terakhir, warga di sejumlah kabupaten di Flores masih diminta tetap waspada.
Korban Jiwa dan Luka-Luka Terus Bertambah
Dampak gempa masih terasa. Hingga data terbaru, total korban meninggal dunia mencapai 103–105 orang. Rinciannya antara lain: Kabupaten Manggarai (sekitar 41 orang), Manggarai Timur (34 orang), Nagekeo (13 orang), Sikka (6 orang), Ngada (5 orang), Ende (3 orang), dan Manggarai Barat (1 orang).
Jumlah korban luka-luka juga tinggi, tercatat sekitar 1.666–1.678 orang. Banyak di antaranya merupakan dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa dan gempa susulan yang terus terjadi.
Pengungsi Masih Tinggi
Jumlah pengungsi akibat gempa masih berada di angka tinggi, mencapai 179.037 jiwa per 26 Agustus 2026. Angka ini sempat berkurang sekitar 6.000-an orang yang memilih kembali ke rumah secara sukarela, namun masih banyak warga yang enggan pulang karena khawatir terhadap gempa susulan.
Sebaran pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Nagekeo (sekitar 51.284 jiwa) dan Kabupaten Manggarai (sekitar 50.556 jiwa), disusul Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada.
Banyak rumah rusak berat, sedang, dan ringan, serta fasilitas umum yang terdampak, membuat sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian atau tempat penampungan sementara.
Respons Pemerintah dan Bantuan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus menggelontorkan bantuan logistik, termasuk ratusan ton sembako, tenda, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya melalui jalur udara dan laut. Pos pendukung logistik nasional telah menerima dan menyalurkan bantuan dalam jumlah besar.
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat. Upaya pendataan rumah rusak terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan perbaikan atau pembangunan kembali.
BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. Gempa susulan merupakan fenomena alamiah setelah gempa besar, namun kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi stabil.
Situasi di NTT masih menjadi perhatian nasional. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk meringankan beban para korban dan pengungsi.


