21 total views
INNNEWS – Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9/2026) setelah klaim kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal balistik. Iran kemudian mengancam akan memberikan respons yang lebih keras jika serangan serupa terulang.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali berhasil menghindari serangan rudal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Tidak ada personel AS yang terluka.
Sebagai balasan, pasukan AS melumpuhkan secara permanen dua kapal tanker minyak mentah Iran, yaitu M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask. Kapal ketiga, M/T Kylo yang tidak membawa muatan, dihancurkan di Teluk Oman setelah awaknya diperintahkan meninggalkan kapal.
CENTCOM menyebut ketiga kapal tersebut bagian dari jaringan bayangan bernilai miliaran dolar yang diduga mendanai IRGC dan milisi proksi di kawasan. “Jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan memberikan biaya ekonomi yang lebih tinggi—dengan menghancurkan tiga kapal milik Anda,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper.
Iran melalui media resmi mengonfirmasi serangan tersebut. Lembaga penyiaran negara Iran melaporkan bahwa Teheran membalas dengan menargetkan tiga kapal tanker minyak dan tiga kapal yang diduga terafiliasi AS. Juru bicara komando militer Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal militer AS akan lebih berat jika Washington terus mengganggu pelayaran Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS sebagai tindakan ilegal dan agresif yang melanggar Piagam PBB. Mereka menilai aksi tersebut sebagai “kejahatan perang” dan ancaman terhadap perdamaian serta pelayaran internasional.
Insiden ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya, yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Harga minyak dunia langsung bereaksi dengan kenaikan seiring kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.


