18 total views
INNNEWS — Sebuah gedung residensial yang rusak akibat serangan sebelumnya di Kota Gaza ambruk pada dini hari Rabu (16/9/2026), menewaskan sedikitnya 21 warga Palestina, termasuk sejumlah anak-anak.
Gedung al-Saada di kawasan Tal al-Hawa, bagian barat Kota Gaza, yang terdiri dari enam lantai, runtuh saat penghuninya sedang tidur. Menurut Pertahanan Sipil Gaza, bangunan tersebut sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan Israel sehingga strukturnya melemah dan berisiko ambruk.
Korban dan Upaya Penyelamatan
Otoritas kesehatan dan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 21 orang tewas, di antaranya 11 anak-anak dan beberapa perempuan. Sekitar 14–45 orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Puluhan orang masih dilaporkan hilang di bawah reruntuhan pada awal operasi pencarian.
Para penyelamat terpaksa menggali dengan tangan kosong karena keterbatasan alat berat. “Kami masih mendengar suara dari bawah puing,” kata Raed al-Dahshan, Direktur Pertahanan Sipil Kota Gaza.
Salah satu korban selamat, Hayat al-Ajlah (37), kehilangan sembilan anggota keluarganya, termasuk kedua orang tua, saudara kandung, dan keponakannya. Ia dan keempat anaknya selamat karena berada di bagian bangunan yang miring.
Kondisi Sulit Warga
Gedung tersebut dihuni oleh sekitar 10 keluarga pengungsi yang kehilangan rumah akibat perang. Mereka terpaksa tinggal di bangunan yang tidak layak huni karena ketiadaan tempat berlindung yang aman.
Pihak Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa sekitar 2.000 bangunan rusak di seluruh Jalur Gaza masih dihuni warga dan berisiko runtuh, terutama menjelang musim dingin. Kurangnya alat berat dan bahan bakar mempersulit operasi penyelamatan maupun pembongkaran bangunan berbahaya.
Insiden ini kembali menyoroti kondisi kehidupan yang sangat rentan di Gaza, di mana banyak warga masih bertahan di bangunan yang rusak akibat konflik berkepanjangan.


