18 total views
INNNEWS — Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Saudi kini aktif meminta dukungan sekutu regional dan internasional untuk menghadapi serangan rudal serta drone yang semakin intensif.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo pada Selasa (15/9/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kebebasan dan keamanan navigasi di Laut Merah serta Selat Bab el-Mandeb.
Eskalasi Terbaru
Konflik yang sempat mereda sejak gencatan senjata 2022 kembali memanas sejak Juli 2026. Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah selatan Saudi, termasuk Abha, Jazan, Najran, dan Khamis Mushait. Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga sipil terluka dan memicu kebakaran di beberapa fasilitas.
Baru-baru ini, Houthi juga berhasil merebut pelabuhan Mokha dan beberapa pulau strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Penguasaan wilayah itu meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran minyak Saudi dan perdagangan global.
Saudi menuduh Houthi mencoba menyerang dekat kota suci Mekkah dengan drone, yang kemudian digagalkan. Houthi membantah tuduhan tersebut.
Permintaan Bantuan ke Sekutu
Di tengah menipisnya stok rudal interceptor, Saudi dilaporkan meminta dukungan pertahanan udara dari Mesir, Pakistan, Prancis, dan Inggris. Amerika Serikat, sekutu utama Riyadh, sejauh ini menolak keterlibatan militer langsung karena fokus pada konflik dengan Iran. Washington hanya menawarkan dukungan intelijen dan menempatkan sekitar 100 penasihat militer di Saudi.
Saudi juga berupaya menggalang dukungan melalui Mekkah Joint Defense Agreement yang melibatkan Pakistan dan Turki.
Dampak Regional
Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk perang AS-Iran. Saudi khawatir Houthi semakin memperluas pengaruh di jalur energi strategis, yang berpotensi mengganggu ekspor minyak kerajaan.
Baik Riyadh maupun Houthi saling menuduh sebagai pihak yang memulai eskalasi. Sementara itu, upaya diplomatik melalui Oman dan Mesir masih berjalan untuk mencegah konflik semakin meluas.


