900 total views
SOLO – Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Dian Nafi meninggal dunia, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Kabar tersebut bermula dari pesan berantai di WhatApps yang bertuliskan berita meninggalnya KH Dian Nafi.
“Telah wafat baru saja KHM. Dian Nafi. Nderek bela sungkawa mugi almarhum Drs. KH. Dian Nafi pinaringan welas asih lan pangapura saking ngarsanipun Gusti Allah, saha kapundut kanti Husnul Khatimah,” mengutip pesan tersebut.
Mengkonfirmasi kebenaran meninggalnya KHM. Dian Nafi, mengutip Tribun.Solo.com, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Solo, M Mashuri membenarkannya.
“Inggih,” kata Mashuri.
Tokoh Solo yang kerap disapa Gus Dian Nafi itu meninggal sekitar pukul 19.00 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Melansir nu.or.id, Gus Dian Nafi lahir di Sragen pada 4 April 1964. Ia adalah anak ketiga dari delapanbersaudara.
Gus Dian Nafi dikenal sebagai tokoh perdamaian, tokoh keberagaman, dan forum lintas agama. Dia juga aktif mengisi mimbar Jumat di beberapa media di Solo.
Dia juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo. Dia baru saja dilantik menjadi Ketua RMI PBNU pada Maret lalu.
Diketahui, RMI NU adalah lembaga NU dengan basis utama ponpes yang mencapai lebih dari 26.000 ponpes di seluruh Indonesia.


