954 total views
INN NEWS – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan tolak kehadiran Jessica Stern, Utusan Khusus Amerika Serikat di bidang memajukan HAM kelompok LGBTQI+ di Indonesia 7-9 Desember mendatang.
Hal itu ditegaskan Anwar Abbas dalam keterangannya, Kamis 1 Desember 2022.
“MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut,” kata Anwar.
Anwar menilai, pemerintah Indonesia harusnya tidak menerima tamu yang tujuannya untuk merusak nilai-nilai luhur dari agama dan budaya bangsa Indonesia.
“Pasalnya, ajaran enam agama yang diakui di Indonesia saat ini tidak ada yang mentolerir praktek LGBTQl+,” terang Anwar.
Menurut Anwar perilaku LGBT sangat berbahaya karena antimanusia dan kemanusiaan.
“Sebab jika perilaku tersebut dibiarkan maka dia akan bisa membuat umat manusia punah di muka bumi ini,” katanya.
Lanjut Anwar, agama telah mengajarkan fitrah seorang laki-laki menikah dengan perempuan, begitu pula sebaliknya.
Menurutnya, jika praktek LGBTQl+ diterapkan maka manusia di muka bumi dikhawatirkan punah.
“Kalau laki-laki kawin dengan laki-laki dan atau perempuan kawin dengan perempuan, maka dia sudah pasti tidak akan bisa melahirkan keturunan,” imbuhnya.
Diketahui Jessi Stern direncanakan bertemu dengan pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil untuk membahas hak asasi manusia, termasuk memajukan hak asasi manusia LGBTQI+.


