HomeUncategorizedViral Warga Dilarang Ibadah dan Bangun Gereja, Gibran: di Solo Tidak Pernah

Viral Warga Dilarang Ibadah dan Bangun Gereja, Gibran: di Solo Tidak Pernah

Published on

spot_img

 1,461 total views

SOLO – Sekalipun berkali-kali telah ditegaskan Presiden Jokowi soal adanya larangan beribadah hingga mendirikan tempat ibadah bagi agama tertentu, namun kejadian intoleransi itu masih saja terjadi di negara yang berpancasila ini.

Terakhir, pada saat Rapat Kerja Nasional Kepala Daerah 2023 di Sentul baru-baru ini, Jokowi mengkritik pelarangan pembangunan rumah ibadah di sejumlah daerah dan mengimbau ke para kepala daerah untuk tidak mempersulit pembangunan rumah ibadah warga.

Namun terbaru, aksi intoleransi kembali terjadi pada jemaat gereja di Lampung.

Diketahui, aksi pembubaran terhadap ibadah jemaat Gereja Kristen Kemah Daud itu terjadi pada Minggu, 19 Februari 2023. Dilakukan seorang pria yang disebut sebagai ketua RT.

Dia memasuki lingkungan gereja dengan cara melompati pagar. Dia diduga mencoba membubarkan ibadah di gereja dengan cara menaiki mimbar.

Aksi tersebut kemudian terekam dan viral di media sosial.

Baca juga: Ketua RT di Lampung Lompat Pagar, Naiki Mimbar Bubarkan Ibadah, PGI: Wibawa Negara Pudar 

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menegaskan di wilayah pemerintahannya tidak pernah ada kejadian intoleransi demikian.

Penegasan itu menjawab salah satu pertanyaan warganet kepadanya di Twitter.

“Mas kalo disolo boleh bangun gereja mas?” Tulis akun @anakkkgantenggg di Twitter, Senin 20 Februari 2023 malam.

Gibran lantas membalas langsung cuitan tersebut “Tidak pernah ada pelarangan pembangunan gereja,” cuit Gibran membalas.

Cuitan balasan Gibran itu menuai komentar warganet. Sebagian warganet memuji Kota Solo yang penuh dengan toleransi.

“Saya sangat salut dgn kota solo yg sangat sangat toleransi Krn ada masjid yg berhadapan dgn gereja tp mereka sangat harmonis.bItulah yg kita contoh Krn agamaku ya agamaku dan agamamu ya agamamu,” tulis @EviDrajat di kolom komentar.

 

 

 

Artikel Terbaru

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

artikel yang mirip

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....