HomeGaya HidupFKY 25/The Monophones, AATPSC, Individual Life

FKY 25/The Monophones, AATPSC, Individual Life

Published on

spot_img

 269 total views

FKY telah diselenggarakan selama 24 tahun dan ‘melahirkan’ banyak agenda seni lain seperti ArtJog, Yogyakarta Gamelan Festival, Jogjakarta Art Film Festival yang sekarang mandiri, lebih fokus dan maksimal dalam berkontribusi dan mewarnai Yogyakarta.FKY ke-25 memilih simbolisasi “Anyaman” sebagai Identitas.

_x000D_
_x000D_

Anyaman yang dibangun dari lungsi dan pakan agar saling menguatkan satu sama lain sehingga dapat berfungsi sebagai papan (tempat/wadah).Rangkaian acara yang telah disusun adalah pawai Seni (prosesi perpindahan FKY dari Benteng Vredeburg ke Plasa Pasar Ngasem), pembukaan, Pasar Kreasi (Pasar Seni) yang buka setiap hari pukul 09.00 s.d 21.00 WIB, pertunjukan reguler di panggung utama Plasa Pasar Ngasem, Video Mapping project, Yogyakarta Heritage Soundscape, Sastra, pagelaran wayang, Tari, Teater, Live cooking (Happening Art), kunjungan ke studio-studio seniman perupa (open studio) dan malam penganugerahan kepada para seniman (salutation) pada penutupan FKY.

_x000D_

Artikel Terbaru

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

artikel yang mirip

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...