331 total views
_x000D_
_x000D_
_x000D_
CompusicianNews.com – Isu Terkini – Sudah menjadi rahasia umum bahwa musik bisa mempengaruhi perasaan dan emosi pendengarnya. Misalnya, ketika mendengarkan musik klasik, seseorang cenderung merasa tenang, damai, dan rileks. Di sisi lain, mendengarkan musik rock bisa membuat seseorang menjadi lebih bersemangat.
_x000D_
_x000D_
Selain itu, pilihan musik juga bisa mencerminkan perasaan atau emosi pendengarnya. Misalnya, seseorang yang sedang patah hati cenderung akan mendengarkan lagu-lagu sedih dan mendayu. Berbeda dengan seseorang yang sedang jatuh cinta dan memilih lagu-lagu riang namun romantic.
_x000D_
_x000D_
Tak sekedar bicara soal emosi dan perasaan atau mungkin stress, musik ternyata diklaim mampi meredakan sakit fisik. LloydsPharmacy telah melakukan survey yang melibatkan 1.500 orang dengan usia antara 16 hingga 24 tahun. Dari peserta survey tersebut, 4 dari 10 orang mengaku sakitnya berkurang setelah mendengarkan musik.
_x000D_
_x000D_
Dari semua jenis musik, pop adalah yang paling populer. Sekitar 21% peserta memilih musik pop, sedangkan ada 17% peserta yang memilih musik klasik. Ada pula 16% peserta yang memilih musik indie dan musik rock.
_x000D_
_x000D_
Total 66% peserta mengaku merasakan efek sehat setelah mendengarkan musik. Sepertiga dari jumlah peserta tersebut mengaku terus-menerus memutar lagu favorit mereka sepanjang hari, sedangkan 40% peserta hanya mendengar lagu saat malam hari.
_x000D_
_x000D_
Menurut David Bradshaw dari Pain Management Centre University of Utah, orang sakit perlu melakukan kegiatan yang membuat mereka merasa terlibat di dalamnya. Musik favorit adalah solusi karena dengan mendengarkan musik, seseorang akan menggunakan pikiran dan perasaannya.
_x000D_
_x000D_
Hal ini kaitannya dengan stress dan kecemasan yang memang sering melanda seseorang yang sedang mengalami penyakit fisik tertentu. Musiklah yang kemudian berfungsi untuk merilekskan pikiran dan secara otomatis bisa mengurangi sakit fisik tersebut.
_x000D_
_x000D_
_x000D_


