HomeGaya HidupPembajakan Warnai Peralihan Era Piringan Hitam ke Kaset

Pembajakan Warnai Peralihan Era Piringan Hitam ke Kaset

Published on

spot_img

 390 total views

CompusicianNews.com – Industri – Sukses era PH diwarnai munculnya perusahaan-perusahaan PH yang menghasilkan seniman-seniman dengan karya-karya yang booming di pasaran. Hal inilah yang secara otomatis menggerakan industry musik Tanah Air.

_x000D_
_x000D_

Namun, industry musik yang tengah bertumbuh dengan produksi PH digoncang masuknya era kaset. Tepatnya pada tahun 1963, Philips mulai memperkenalkan produksi pertama audio-kaset menggunakan polister 1/8 inci kualitas tinggi, BASF (Budische Anilin und Soda Fabrik) buatan Jerman Barat.

_x000D_
_x000D_

Selain itu, Philips juga menciptakan tape recorder portable pertama yang diedarkan di Eropa. Perangkat tersebut digerakkan dengan baterai dan masih menggunakan sistem mono. Pada tahun pertama, tape recorder portable terjual 9.000 buah. Dan sejak saat itu kaset muncul mendampingi PH dalam industry musik dunia.

_x000D_
_x000D_

Di Indonesia sendiri, era kaset dimulai pada akhir tahun 1960-an. Kemunculan kaset sangat mencengangkan karena seperti dua sisi mata uang, kemajuan teknologi ini ternyata juga membawa dampak buruk.

_x000D_
_x000D_

Pada masa ini telah terjadi pelanggaran Hak Cipta secara besar-besaran. Penjualan PH yang bisa mencapai belasan ribu/judul ternyata jauh tertinggal dari penjualan kaset bajakan yang bisa mencapai satu atau dua juta/judul. Para pembajak ternyata juga melakukan strategi produksi yaitu dengan merekam lagu-lagu dari PH produksi label dalam negeri seperti Remaco, Dimita, Lokananta, Metropolitan, dan J&B Enterprise ke dalam bentuk kaset.

_x000D_
_x000D_

Kasus pembajakan begitu menyita perhatian public hingga  berbagai media di tahun 1971 menjelaskan betapa kaset bajakan telah mengancam industry PH. Disebutkan bahwa produksi Remaco anjlok hingga 50% dan J&B hingga 40%. Banyak pihak menilai bahwa usaha-usaha perekaman kaset dianggap sebagai industry liar.

_x000D_
_x000D_

Kaset-kaset bajakan atau yang ketika itu disebut kaset-kaset gelap sangat mudah diperoleh diberbagai tempat sehingga perusahaan PH seperti mati kutu. Perusahaan PH tidak mampu memberantas pembajakan, baik segi biaya maupun tenaga. Mereka hanya menggantungkan harapan pada pemerintah untuk bisa menindak para pelaku pembajakan.

_x000D_
_x000D_

Sayangnya, pemerintah tidak bisa bertindak cepat hingga pada akhir tahun 1967 dan menjelang 1968 kaset-kaset gelap bahkan sudah dijual di toko-toko elektronik yang menjual radio dan televisi.

_x000D_
_x000D_

Pemerintah dan perusahaan PH tidak bisa berkoordinasi dengan baik. Bahkan untuk sekedar menemukan istilah ‘pembajakan’ terjadi beda pendapat. Menurut pihak kepolisian, ‘pembajakan’ adalah istilah wartawan dalam penulisan berita. Maka, istilah ‘pemalsuan’ dipilih untuk menjelaskan kasus penjiplakan lagu yang dilakukan tanpa izin penciptanya sehingga merugikan orang lain. Sedangkan dari pihak Dinas Perindustrian sepakat bahwa istilah ‘pembajakan’ lebih tepat karena ‘membajak’ adalah mengambil secara paksa atau tanpa seizin pemiliknya.

_x000D_
_x000D_

Pasalnya, sejak tahun 1969 kaset gelap sudah bermunculan dan bahkan berubah menjadi industry di tahun 1971. Misalnya saja, perekaman kaset lagu-lagu Barat dari PH asli asal Amerika dan Eropa sudah banyak dilakukan di beberapa kota seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta. 

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...