HomeGaya HidupGoogle VS Industri Musik, Besarnya Nilai Sebuah Hak Cipta

Google VS Industri Musik, Besarnya Nilai Sebuah Hak Cipta

Published on

spot_img

 328 total views

CompusicianNews.com -Isu Terkini- Lembaga industri musik IFPI dan RIAA telah memperbarui serangan mereka ke perusahaan internet raksasa Google dengan menuduh perusahaan itu melanggar janjinya untuk menurunkan situs pembajakan dalam urutan pencariannya.

_x000D_
_x000D_

Ketua pelaksana IFPI, Frances Moore dan Ketua umum RIAA beserta ketua pelaksanaannya, Cary Sherman telah menerbitkan beberapa artikel dalam kampanye yang terkordinasi dimana artikel itu berisi  sebuah panggilan untuk google supaya mengadopsi “5 poin rencana” untuk mengalahkan pembajakan online.

_x000D_
_x000D_

Ini adalah yang terkini dalam urutan persengketaan antara industri musik dan Google, meskipun nantinya akan menjadi partner yang kuat untuk label musik dan penerbit melalui YouTube dan Google Play Digital Service-nya. Jadi kenapa IFPI dan RIAA sangat bertentangan dengan Google, apakah kemarahan mereka dibenarkan dan bagaimana argument ini dapat dipecahkan?

_x000D_
_x000D_

Pacuan pada artikel Moore dan Sherman merupakan suatu milestone; peringatan yang ke-100 juta dikirim ke Google oleh pemegang hak cipta yang berarti 100 juta link di-indekskan oleh seach engine-nya ke hak cipta musik.

_x000D_
_x000D_

Peringatan-peringatan itu telah dikirim dalam 2 ,5 tahun pada tahap akselerasi: demikian dilaporkan Google, dalam beberapa bulan yang lalu saja, lembaga musik Inggris BPI mengirimkan 5,2 juta peringatan sementara RIAA mengirimkan 2,3 juta. Pemegang hak cipta melihat Google sebagai situs pembajakan terbesar di dunia. Sebagaimana seperti yang dikatakan oleh Artikel Sherman:

_x000D_
_x000D_

“That’s at least 100 million times Google offered to direct users to illegal sources for music just within the last two years. That’s also 100 million times that an artist, songwriter, music label – or anyone else involved in the chain of creating and distributing music – was likely denied the opportunity to earn any royalties, revenues or sales. And 100 million times that innovative tech companies – like Spotify, iTunes, Amazon, Deezer, Vevo, and dozens more – didn’t benefit from a sale or a stream.”

_x000D_
_x000D_

Artinya: “sudah 100 kali google menawarkan situs-situs illegal kepada penggunannya dalam waktu 2 tahun dan juga berarti 100 kali para pelaku industri musik tidak menerima royalty atau keuntungan sepeserpun dan perusahaan teknologi inovatif seperti; Spotify, iTunes, Amazon, Deezer, Vevo dan belasan yang lainnya tidak menerima keuntungan apapun dari penjualannya atau streamingnya.”

_x000D_
_x000D_

Sementara lembaga industri musik lainnya juga mengutarakan bahwa Google telah membawa konsumernya kedalam situs-situs pengunduhan yang tidak berlisensi dimana mereka dapat melanggar hukum atau membawa virus bahkan mengunduh konten-konten yang tidak pantas karena Google terus menerus merankingkan situs-situs yang tidak resmi saat penggunanya hendak mengunduh musik, jelas dari ketua BPI, Geoff Taylor.

_x000D_
_x000D_

Dari pihak Google sendiri, mereka tidak cenderung langsung menanggapi serangan-serangan itu. Namun perusahaan ini menerbitkan sebua laporan di bulan September 2013 dimana balasan ini tidak hanya menyangkut masalah klaim saja tapi mempertanyakan apakah masalah yang ada itu sebesar yang lembaga musik klaimkan.

_x000D_
_x000D_

Laporan yang berjudul ‘How Google Fight Piracy’ atau Bagaimana Google melawan pembajakan yang isinya;

_x000D_
_x000D_

Pertama, layanan legal seperti YouTube dan Google Play, termasuk sistem konten ID dari YouTube lebih cenderung  membantu pemegang hak cipta untuk memperkenalkan diri mereka dan menghasilkan uang dari penggunaan musik dalam video orang, dibanding menghapusnya.

_x000D_
_x000D_

Kedua, Google menyoroti usahanya melalui bisnis periklanan untuk meyakinkan iklan pada Google tidak tampil pada situs pembajakan. Ini adalah area dimana Google bekerja sama lebih dekat dengan kebijakan BPI di Inggris bersamaan dengan badan industri periklanan.

_x000D_
_x000D_

Ketiga, Google berkata perusahaannya sudah responsif dalam penghapusan web individu dan file-file yang illegal dari hasil pencariannya meskipun penghapusan ini tidak menghapus semua website yang diinginkan pemegang hak cipta.

_x000D_
_x000D_

Google juga mencatat bahwa orang lebih banyak mengetik judul lagu dan penanyinya tanpa mengimbuhi mp3 di bagian akhir keywordnya, ini berarti banyak orang menggunakan query-query umum untuk mencari musik dan mencari link-link yang lebih legal sebagai pencarian utamanya.

_x000D_
_x000D_

Perkembangan terakhir, Baik Sherman maupun Moore, mereka memanggil pihak Google untuk lebih jeli lagi dalam memberantas link-link illegal dan jika hasil akhir dari Google tidak memuaskan, badan-badan pemengang hak cipta ini akan terus melayangkan peringatan

_x000D_
_x000D_

Web Video YouTube yang merupakan milik Google saat ini membayarkan royalty kepada para pemegang hak cipta atas video-video yang ada dalam web dimana pengguna dapat mengunduh video musik resmi secara gratis dan diharapkan ini adalah salah satu upaya Google untuk mencegah masalah ini semakin berlarut-larut kedepannya.

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...