HomeHeadlineFavorit 11 Tahun, Lapak Kue Tradisional Bu Sugiyasi di Kampung Kajen Solo,...

Favorit 11 Tahun, Lapak Kue Tradisional Bu Sugiyasi di Kampung Kajen Solo, Murah Meriah dan Enak

Published on

spot_img

 785 total views

SOLO – Sudah 11 tahun berjualan, lapak kue Bu Sugiyasi di Jalan Sri Kuncoro 1, RT 1/RW 9, Kampung Kajen, Danukusuman, Serengan, Solo jadi favorit warga kampung sekitar hingga yang berdatangan dari luar kampung.

Lapak tersebut berada di depan rumahnya sendiri, dibuka dari pukul 05.00 WIB dan tutup pada pukul 12.00.

“Iya ini rumah saya sendiri, sudah 11 tahun jualan di sini. Dulu mejanya kecil, sekarang udah gede karena dah banyak kue yang dijual,” ucap Sugiyasi.

Lapak sederhananya itu akan diserbu pembeli pada pukul 05.00-07.00 WIB.

Lapak Bu Sugiyasi di Kampung Kajen, Danukusuman, Serengan, Solo (Gambar: Jalu/INN)

Aneka kue tradisional seperti klepon, utri, wajik, serabi, jadah dan masih banyak lagi tersedia di lapak sederhana itu.

Harga kue dibandrol dari Rp500 hingga Rp.6.000. Misalnya kue utri dijual Rp500 sedangkan roti pisang berkisar Rp.6.000.

Selain kue tradisional, lapak Bu Sugiyasi juga menyediakan kue-kue modern yang dititipkan oleh sejumlah pedagang kue yang bekerja sama dengannya.

“Tapi fokus saya kue tradisional, yang saya bikin sendiri,” tutur Sugiyasi.

Selain bisa langsung ke lapaknya, Bu Sugiyasi juga menyediakan layanan pesanan. Jika berminat bisa menghubungi 085726746455.

“Hari ini aja baru dapat pesanan 65 kotak, saya kasih bonus 4 kotak,” ucapnya.

Menariknya, jika membeli dengan jumlah banyak, Bu Sugiyasi bakal memberi bonus.

“Yah sering banget nambah kalau misal ada yang beli banyak,” terangnya.

Dari pantauan INN Indonesia di lokasi, hingga sekitar pukul 11.15, lapak tersebut masih didatangi pembeli meskipun kue-kuenya tinggal sedikit.

 

 

 

 

Artikel Terbaru

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

artikel yang mirip

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...