HomeGaya HidupKonser Kolaborasi 6 Komponis Jepang-Yogyakarta

Konser Kolaborasi 6 Komponis Jepang-Yogyakarta

Published on

spot_img

 472 total views

_x000D_
Jumat (14/6), 6 Musisi Yogyakarta dan Jepang Konser Barengan Di Tembi Rumah Budaya. Mereka adalah Makoto Nomura, Memet Chairul Slamet, Welly Hendratmoko, Kumiko Yabu, Sunyata, dan Gardika Gigih. Ada 5 karya komposisi baru yang dipentaskan. Kelima karya ini sangat variatif dan menggunakan berbagai instrumen musik, mulai dari gamelan, flute, darbouka, hingga pianika.

_x000D_

_x000D_
Semua karya berpijak dari harapan di masa depan setelah periode nuklir. “Berapa Ikan Sudah Mempunyai Nuklir Ya?” adalah tajuk dari konser komposisi kolaboratif ini. Sebuah judul yang mengandung pesan dan menarik minat untuk direnungkan lebih lanjut. Konser ini sejatinya berawal dari gagasan Makoto Nomura yang tengah menjalani program dari Asian Public Intellectuals (API) Fellowship di Yogyakarta.

_x000D_

_x000D_
Makoto Nomura, komponis dan pemain pianika dari Kyoto-Jepang datang ke Yogyakarta bersama istrinya, Kumiko Yabu, seorang pemain perkusi dan juga komponis. Tema tentang nuklir sendiri adalah kegelisahan Makoto Nomura sebagai musisi dan warga negara Jepang yang selama ini negaranya menggunakan teknologi nuklir sebagai pembangkit listrik. Pasca bencana gempa di Jepang pada Maret 2011, PLTN Fukushima mengalami kerusakan. Radiasi nuklir dari reaktor yang bocor mengancam penduduk di Fukushima dan kota-kota di sekitarnya. Berawal dari rasa gelisah ini, Makoto Nomura dan Kumiko Yabu mengajak musisi Memet Chairul Slamet, Sunyata, Welly Hendratmoko, dan Gardika Gigih yang tinggal di Yogyakarta untuk berkolaborasi. 

_x000D_

Artikel Terbaru

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

artikel yang mirip

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...