HomeGaya HidupDaft Punk, Melawan Strategi Marketing Mainstream

Daft Punk, Melawan Strategi Marketing Mainstream

Published on

spot_img

 277 total views

CompusicianNews.com – Review – Ketika kebanyakan musisi memilih meluncurkan single, duo asal Perancis, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem Christo justru menggunakan strategi marketing yang berbeda.

_x000D_
_x000D_

Daft Punk terbukti nekat memberikan akses streaming dari full album mereka yang berjudul Random Access Memories via iTunes. Bahkan, hal itu dilakukan sebelum album terbaru mereka tersebut dirilis secara resmi. Tak kalah ekstream, musisi beraliran electronic dance ini juga menolak untuk melakukan tour promosi albumnya. Bagi mereka, hal terbaik adalah membiarkan hasil pekerjaan mereka selama di studio untuk bisa bekerja dengan sendirinya.

_x000D_
_x000D_

Selain itu, Daft Punk juga pernah menyebar hit single mereka yang berjudul “Get Lucky” dalam versi remix secara gratis. Lagu berdurasi sepuluh menit tersebut diunggah lewat layanan streaming musik Spotify. Ada pula satu track bonus di album rilisan Jepang berjudul “Horizon” yang juga sengaja disebar gratis.

_x000D_
_x000D_

Berbeda dengan musisi lain yang seperti tidak mau rugi dengan merilis single, Daft Punk justru melawan strategi mainstream tersebut. Padahal, dikabarkan bahwa mereka menghabiskan waktu hampir empat tahun untuk menyelesaiakan Random Access Memories.

_x000D_
_x000D_

Seperti sengaja mecengangkan industri musik dunia, sekalipun dengan strategi marketing berbeda, album Daft Punk bisa sukses mencacatkan diri sebagai yang terlaris di 2013. Lagu “Get Lucky” juga sukses menduduki chart-chart musik di lebih dari 32 negara.

_x000D_
_x000D_

Daft Punk disebut-sebut telah menghabiskan dana lebih dari satu juta dollar hanya untuk proses rekaman. Nominal tersebut terbilang besar dan melebihi standart untuk ukuran penggarapan sebuah album. Daft Punk menyebutkan bahwa hal ini dikarenakan mereka ingin merasakan sensasi rekaman analog untuk mendapatkan sound terbaik.

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...