HomeGaya HidupPelangi, Hadirkan Musik Tradisional Dalam Pop Rock

Pelangi, Hadirkan Musik Tradisional Dalam Pop Rock

Published on

spot_img

 281 total views

CompusicianNews.com, Panggung: Sepertinya sudah menjadi cerita biasa manakala sebuah band memilih aliran pop rock sebagai langkah awal di ibukota. Namun yang berbeda ditawarkan oleh Pelangi. Band asal Samarinda yang beranggotakan Izonk (vokal), Ryan (gitar), Andry (gitar), Yulian (bas) dan Junod (drum) ini memilih untuk memadukan unsur etnik Dayak yang dibalut apik dengan musik pop rock.

_x000D_
_x000D_

Ada keunikan tersendiri dalam karya-karya Pelangi, karena mereka menggunakan instrumen musik tradisional khas Dayak yakni Sampek, yang bentuknya menyerupai gitar.

_x000D_
_x000D_

"Lagu kami dibalut dengan musik Dayak. Kita pakai alat musik namanya Sampek, yang mainin Ryan. Kita pertahankan pakai musik etnik supaya punya karakter," papar Izonk.

_x000D_
_x000D_

Sebanyak dua lagu sudah diperkenalkan Pelangi, yaitu ISA (Ingin Selalu Ada) dan Bintang-Bintang yang lebih kental nuansa etniknya. Izonk menambahkan, penggunaan instrumen tradisional tersebut bukan hanya sekadar memperkaya musik, namun juga merupakan usaha pelestarian budaya.

_x000D_
_x000D_

Soal pemilihan nama yang terhitung sangat sederhana, ada ceritanya. "Jadi gini , percaya atau tidak, dulu kami kalau tampil, selalu turun hujan, pernah muncul pelangi. Ya, itu menginspirasikan kita untuk jadikan nama band," ujar Ryan.

_x000D_
_x000D_

Keinginan mendapatkan masa depan lebih baik membuat Pelangi sepakat untuk hijrah ke Jakarta. "Kalau kami di daerah terus, nggak akan maju. Di Jakarta kan bisa jadi ukuran. Kalau kita sukses di sini berarti sukses di Indonesia," pungkas Izonk.

_x000D_
_x000D_

"Sekarang kita sudah nge-base di Jakarta. Gue sampai ninggalin kuliah. Kita modal nekat saja hidup di Jakarta. Selain itu kita juga modal materi lagu. KKalau makan masih bagi-bagi, kadang makan mie instan bareng,"  ujar Izonk.

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...