HomeGaya HidupGMB Selamatkan Kekayaan Musik Indonesia

GMB Selamatkan Kekayaan Musik Indonesia

Published on

spot_img

 408 total views

 

_x000D_
_x000D_

CompusicianNews.com – Industri – Tak salah jika industri musik Indonesia disebut sebagai industri independent. Pasalnya, industri ini memang dibangun atas jasa orang-orang yang mencintai dan berkomitmen pada dunia musik, meskipun secara independen.

_x000D_
_x000D_

Bahkan, 63 tahun setelah rekaman pertama yang dibuat pada piringan hitam oleh The Indonesia Music Company Limited dibawah komando Sujoso Karsono alias Mas Yos, kelompok-kelompok lain juga memberikan kontribusinya pada industri musik Tanah Air.

_x000D_
_x000D_

Salah satunya adalah Galeri Malang Bernyanyi (GMB) merupakan organisasi yang berdiri di kota Malang pada tanggal 8 Agustus 2009. GMB didirikan oleh Kapeka (Komunitas Pecinta Kajoetangan) dan musisi seperti Donny-Prass, Sylvia Saartje, serta Sigit Hadinoto. Sedang untuk pemilik GMB adalah seluruh penyumbang koleksi galeri yang sampai saat ini berjumlah sekitar 298 orang. Visi GMB adalah turut memelihara sejarah musik Indonesia yang dilaksanakan melalui misi pengumpulan rekaman musik, data tulis, poster dan buklet musik Indonesia.

_x000D_
_x000D_

Hingga sekitar Desember  2012 telah terkumpul kurang lebih 7.400 koleksi yang sebagian besar berupa kaset, CD dan Piringan Hitam untuk lagu-lagu lama. Tak hanya dari dalam negeri, namun termasuk juga rekaman dari mancanegara yang jumlahnya sekitar 30 persen. Koleksi sumbangan dari mancanegara tersebut diantaranya datang dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda dan Prancis. Seluruh koleksi tersimpan di Grha GMB, Perumahan Griya Santa Blok. G No. 407 yang diresmikan akhir 2012. Namun, dari keseluruhan koleksi tersebut tidak semuanya berupa rekaman lagu, namun ada pula yang berisi kesenian wayang orang dan ludruk.

_x000D_
_x000D_

GMB juga secara terbuka mengundang masyarakat yang peduli dalam pelestarian musik Indonesia untuk berperan serta mengembangkan museum ini. GMB yang diketuai oleh Hengki Herwanto mendirikan Museum Musik Indonesia. Hengki juga menjabat sebagai Dirut PT Transmaga Jatim Pasuruan (TJP). Museum Musik Indonesia berlokasi di Perumahan Griya Santa, Malang, Jawa Timur. Museum tersebut sudah diresmikan pada 1 Januari 2013 lalu.

_x000D_
_x000D_

Museum tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu warisan berharga dalam perkembangan seni musik Tanah Air untuk generasi mendatang. Dengan adanya museum ini diharapkan akan bisa menyelamatkan sejarah musik Indonesia. Pasalnya, selama ini banyak hasil rekaman-rekaman lama yang sulit didapatkan.

_x000D_
_x000D_

Koleksi dari museum ini didapatkan dari hasil sumbangan masyarakat dan kolektor yang menyerahkan karyanya pada GMB. Bahkan, sumbangan juga berasal dari penyanyi senior Ebiet G Ade. Beberapa koleksi GMB seperti Anggun Sasmi, Anto Baret, Atiek CB, Balawan, Betharia Sonata, Harry Roesli, Gombloh dan masih banyak lagi.

_x000D_
_x000D_

Namun, karena keterbatasan lokasi sehingga tidak semua koleksi musik dipajang di galeri. Sebagian masih disimpan di dalam kardus, tapi tetap tercatat rapi, baik data penyanyi, judul lagu dan nama penyumbang.

_x000D_
_x000D_

Sekalipun museum tersebut didirikan secara independen oleh sekelompok orang, tidak menutup kemungkinan bahwa museum akan dikembangkan sesuai keinginan pemerintah guna menunjang ekonomi kreatif. Untuk tahap awal, museum memang hanya diarahkan untuk menyelamatkan kekayaan musik Indonesia.

_x000D_
_x000D_

_x000D_
 

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...