410 total views
_x000D_
_x000D_
CompusicianNews.com – Industri – Panbers (Panjaitan Bersaudara) dibentuk oleh putra-putra keluarga Drs. JMM Panjaitan S.H., seorang pejabat Bank Rakyat Indonesia. Personilnya terdiri dari Benny (gitar, vokal), Doan (bass), Asido (drum) dan Hans (gitar).
_x000D_
_x000D_
Karir Panbers dimulai dengan kemunculan perdana mereka di panggung Istora Senayan pada acara Jambore Bands 1970. Mereka juga berkesempatan tampil di televisi sehingga secara otomatis karya-karya mereka semakin dikenal.
_x000D_
_x000D_
Sukses penampilan mereka di televisi membuat Dick Tamimi, pendiri perusahaan piringan hitam Dimita Moulding Industries menghantarkan mereka ke dunia rekaman. PH perdana Panbers bertajuk Kami Tjinta Perdamaian yang direkam antara 13 hingga 17 Oktober 1971 sukses menghantarkan mereka menjadi grup populer di Tanah Air. Beberapa lagu di dalam PH tersebut diantaranya, Achir Tjinta, Hanja Padamu, Sendja Telah Berlalu, dan Hanja Semusim Bunga.
_x000D_
_x000D_
Dimita yang terletak di kawasan Bandengan Selatan, Jakarta Kota. Label tempat Panbers bernaung ini ternyata juga memiliki andil besar dalam perkembangan industry musik Indonesia. Beberapa grup dan penyanyi terlahir dari label ini, seperti Dara Puspita, Koes Plus, serta duet Benyamin dan Ida Royani.
_x000D_
_x000D_
Teknologi rekaman pada saat itu masih sangat sederhana. Hanya dengan delapan track dan ruang akustik sederhana, proses rekaman bisa jadi memakan waktu lama. Bahkan, studio bisa jadi sarang serangga seperti yang terjadi di Dimita.
_x000D_
_x000D_
Tepatnya ketika Panbers melakukan proses rekaman PH perdana mereka. Benny Panjaitan ternyata harus bertarung dengan jangkrik yang juga ikut ‘bernyanyi’. Suara jangkrik tersebut sangat menggangu konsentrasi ketika take vokal. Akhirnya, Benny pun harus berburu jangkrik terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan rekaman.
_x000D_
_x000D_
Panbers tak henti-hentinya berkarya. Setelah sukses PH Kami Tjinta Perdamaian, Panbers kembali booming dengan Gereja Tua di tahun 1985. Terhitung hingga tahun 2007, Benny Panjaitan mengaku telah membuat lebih dari 500 lagu yang direkam di atas 100 judul kaset, termasuk lagu-lagu berbahasa daerah Manado, Toraja, Padang dan Batak. Panbers kemudian berganti formasi sepeninggal Hans di tahun 1995, yaitu Benny (vokal), Doan (bass), Asido (drum), Maxi Pandelaki (organ) dan Hans Noya (lead gitar).
_x000D_


