321 total views
_x000D_
_x000D_
_x000D_
CompusicianNews.com, Isu Terkini; Pandora sedang menghadapi kasus hukum dengan penghimpunan pencipta dan penulis lagu Amerika (ASCAP) terkait masalah pembayaran royalty atas karya mereka yang diputar di radio online itu.
_x000D_
_x000D_
Menurut berita yang dilangsir oleh salah satu radio online di Amerika mengatakan bahwa Pandora membayar 4,3% dari penerimaannya keASCAP, jumlah ini hanya setengah dari label rekaman dan performer. Keputusan ini bisa jadi berdampak pada kebangkitan industri musik digital.
_x000D_
_x000D_
Jason Bellini dari Wall Street Journal bergabung dengan Jeremy Hobson dari Here and Now, salah satuacara dari radio online di Amerika
_x000D_
_x000D_
Dalam wawancaranya, Jason berkata bahwa pihak pencipta dan penulis lagu menginginkan bagian yang lebih besar dibanding yang diberikan Pandora. Pihak Pandora berkata bahwa layanan musik mereka hanyalah sebuah radio streaming sehingga mereka hanya membayar seperti stasiun radio pada umumnya.
_x000D_
_x000D_
Saat ditanyai mengenai perbedaan Pandora dengan layanan musik streaming yang lain, Jason menjelaskan jika Pandora itu tidak ada interasi yang cukup, beda dengan Spotify, Jukebox dan layanan Streaming lainnya dimana mereka dapat membuat Playlist favorit mereka tapi Pandora tidak demikian, pendengar hanya dapat mendengar saja dan memberika komentar sehingga menjadikan Pandora ini layaknya radio online pada umumnya.
_x000D_
_x000D_
Sampai sekarang pengadilan federal belum memutuskan pihak mana yang menang tapi Jason berkata bahwa situasi ini akan berdampak besar bagi Pandora karena jika mereka yang dimenangkan atas kasus ini, mereka akan kehilangan banyak katalog karena anggota-anggota dari ASCAP tidak akan memberikan lagu-lagunya untuk diputar di Pandora.
_x000D_
_x000D_
Pihak ASCAP tetap bersikukuh bahwa mereka berhak memperoleh bagian besar dari penerimaan yang dihasilkan Pandora seperti layanan musik streaming lainnya.
_x000D_
_x000D_
_x000D_


