HomeGaya HidupKicauan Menkominfo Bikin Kuping Audio Engineer Panas

Kicauan Menkominfo Bikin Kuping Audio Engineer Panas

Published on

spot_img

 269 total views

 

_x000D_
_x000D_

CompusicianNews.com – Isu Terkini – Menanggapi kicauan Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, pada Kamis (30/1) yang berbunyi, "Tweeps Budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?…:D *MauTauBanget*", banyak pihak berkomentar sinis melalui berbagai media.

_x000D_
_x000D_

Salah satunya adalah Ikhsan Perdana yang mengaku berprofesi sebagai audio engineer. Melalui akun pribadi miliknya di Kompasiana, Ikhsan menuliskan curahan hatinya yang kesal akibat kicauan Pak menteri tersebut.

_x000D_
_x000D_

Ikhsan mengaku sebagai seorang audio engineer yang pernah bekerja di Malaysia. Menurutnya, koneksi internet di Indonesia memang sangat payah jika dibandingkan dengan Malaysia. Dahulu, ketika bekerja di Malaysia, Ikhsan setiap harinya harus mengirim file dengan ukuran 2 giga ke stasiun TV. Dengan kecepatan 20 Mbps dan biaya 250 Ringgit atau sekitar Rp 950.000,00, Ikhsan bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

_x000D_
_x000D_

Bayangkan saja jika hal tersebut terjadi di Indonesia yang punya koneksi internet lemot. Mungkin Ikhsan harus mengantarkan file secara manual. Padahal, jarak studio ke stasiun TV terbilang jauh, tentu akan membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu ekstra.

_x000D_
_x000D_

Sekelumit cerita tentang audio engineer, lalu coba bayangkan apa yang terjadi dengan para video engineer?

_x000D_
_x000D_

Saking emosinya, Ikhsan pun menuliskan, “Bapak itu mentalnya udah jelek dari sana nya. Dikira orang leecher semua apa? Ga semua pak. Untuk dunia profesional internet cepat itu sangat menguntungkan.”

_x000D_
_x000D_

Ikhsan juga menceritakan tentang pengalaman kliennya yang harus mengunggah file 2 giga selama 2 hari. Padahal, setelah selesai dengan job mixing tersebut, Ikhsan hanya butuh 1 menit untuk mengirimkan file itu kembali.

_x000D_
_x000D_

Sebagai seorang audio engineer, Ikhsan menjelaskan tentang bagaimana profesinya sangat membutuhkan koneksi internet cepat. Misalnya, ketika ia harus membuat kolaborasi audio secara online.

_x000D_
_x000D_

 

_x000D_

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...