HomeUncategorizedAnies Penuhi Panggilan KPK, PDIP  Harap KPK  Bisa Jelaskan Ketertutupan Pengelolaan Keuangan...

Anies Penuhi Panggilan KPK, PDIP  Harap KPK  Bisa Jelaskan Ketertutupan Pengelolaan Keuangan Formula E

Published on

spot_img

 708 total views

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu, 7 September 2022  di Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa terkait penyelenggaraan Formula E Jakarta.

Anies tiba di gedung KPK sekitar pukul 9.25 WIB. Ia tampak menggunakan pakaian dinas dan membawa map biru, lalu masuk ke gedung antirasuah tersebut tanpa didampingi siapapun.

Anies tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyapa wartawan yang telah menunggu dengan lambaian tangan dan mengucapkan terima kasih. “Cukup, cukup, terima kasih, ya,”.

Baca juga: Besok 7 September, KPK Panggil Anies Baswedan Terkait Formula E Jakarta

Meresponi pemanggilan Anies oleh KPK, Politikus PDIP, Gilbert Simanjuntak, berharap pemanggilan Anies soal Formula E oleh KPK bisa memberi kejelasan atas ketertutupan pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan balap mobil listrik internasional itu.

“Dalam rapat evaluasi P2APBD (Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD) minggu lalu jelas terungkap bahwa audit (penyelenggaraan Formula E) tidak kunjung dilaksanakan dengan alasan tidak ada kantor akuntan yang baik yang bersedia.” Ujar Gilbert dalam keterangan resminya melansir Tempo.

Anggota DPRD DKI Jakarta itu berharap KPK mampu mengungkap banyaknya dugaan maladministrasi yang terjadi dan mengetahui adanya keputusan Anies Baswedan yang melampaui wewenang.

“Kesewenang-wenangan ini diharapkan juga ditemukan dalam bentuk rupiah,” ujarnya.

Gilbert mempertanyakan pula sikap BUMD DKI PT Jakpro yang tak kunjung menyerahkan MoU dengan pihak Formula E yang dibuat di New York, Amerika Serikat dan direvisi di Singapura.

“Ini sudah berlebihan. Adanya tambahan bayaran Rp 90 miliar juga tidak pernah dibuka dalam rapat,” ujarnya.

Dia mengatakan banyak ditemukan penyelewengan wewenang dalam pelaksanaan Formula E yang semuanya berujung di Gubernur DKI.

“Bagaimana menjelaskan penyelewengan wewenang ini dalam bentuk rupiah merupakan tanggung jawab KPK yang diharapkan profesional dan serius menjalankan tupoksi atau tanggung jawabnya,” tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

Solo Peringkat Ke-12 Kota Paling Toleran 2025, Respati: Kami Terus Berbenah

INNNEWS -Kota Solo kembali mencatatkan prestasi dalam indeks kota toleran tahun 2025 dengan menempati...

Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.600 per Liter

INNNEWS – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir....

Harga Emas Naik Turun Bak Roller Coaster, Bandar Berburu Harga Murah

INNNEWS -Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, layaknya...

Petugas Karantina Banten Temukan Gulma Invasif di Produk Impor Asal Australia

INNNEWS– Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten menemukan gulma invasif berbahaya pada...

artikel yang mirip

Solo Peringkat Ke-12 Kota Paling Toleran 2025, Respati: Kami Terus Berbenah

INNNEWS -Kota Solo kembali mencatatkan prestasi dalam indeks kota toleran tahun 2025 dengan menempati...

Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.600 per Liter

INNNEWS – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir....

Harga Emas Naik Turun Bak Roller Coaster, Bandar Berburu Harga Murah

INNNEWS -Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, layaknya...