28 total views
INNNEWS -Kota Solo kembali mencatatkan prestasi dalam indeks kota toleran tahun 2025 dengan menempati peringkat ke-12 secara nasional. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan dalam menjaga keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bengawan. Meski demikian, pemerintah daerah menilai hasil ini masih menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan.
Wali Kota Solo, Respati, menyampaikan bahwa posisi tersebut patut disyukuri, namun belum menjadi titik akhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama masyarakat akan terus berbenah guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis. Menurutnya, toleransi bukan hanya sekadar indikator penilaian, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Respati juga menambahkan bahwa upaya meningkatkan toleransi dilakukan melalui berbagai program, seperti dialog lintas agama, penguatan pendidikan karakter di sekolah, serta pemberdayaan komunitas berbasis keberagaman. Pemerintah Kota Solo turut menggandeng tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga suasana kondusif di wilayah tersebut.
Selain itu, peran generasi muda dinilai sangat penting dalam membangun sikap saling menghargai. Dengan kemajuan teknologi dan akses informasi yang luas, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi.
Sementara itu, sejumlah warga Solo menyambut positif capaian ini. Mereka berharap pemerintah terus meningkatkan fasilitas dan ruang interaksi sosial yang mendorong kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Ke depan, Pemerintah Kota Solo menargetkan peningkatan peringkat dengan fokus pada penguatan kebijakan inklusif serta penanganan potensi konflik sosial sejak dini. Dengan komitmen tersebut, Solo diharapkan mampu menjadi salah satu kota percontohan dalam menjaga toleransi di Indonesia.


