29 total views
INNNEWS-PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan harga terjadi pada produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95), sementara harga BBM subsidi maupun sejumlah produk nonsubsidi lainnya tetap tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat sebesar Rp3.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada biaya operasional kendaraan pribadi yang menggunakan BBM beroktan tinggi.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian. Langkah ini juga disebut sebagai upaya menjaga keberlanjutan pasokan dan distribusi energi di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga energi internasional.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter
Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter
Kenaikan harga Pertamax sebesar lebih dari 32 persen menjadi salah satu penyesuaian harga BBM nonsubsidi terbesar sepanjang tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan perencanaan pengeluaran transportasi serta memilih jenis BBM sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan masing-masing.


