HomeUncategorizedWarisan Perdamaian dari Mandala Krida Yogyakarta untuk Sepak Bola Indonesia, "Hentikan Kebencian!" 

Warisan Perdamaian dari Mandala Krida Yogyakarta untuk Sepak Bola Indonesia, “Hentikan Kebencian!” 

Published on

spot_img

 857 total views

YOGYAKARTA – Aksi perdamaian dan persatuan untuk sepak bola Indonesia dilakukan ribuan suporter dari berbagai klub se-Pulau Jawa di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, 3 Oktober malam.

Para suporter yang hadir bersatu mendoakan ratusan korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu yang menjadi duka Indonesia bahkan dunia.

Aksi damai itu diawali dengan salat gaib dan doa bersama untuk para korban di Kanjuruhan dan diakhiri dengan penyalaan lilin dan cahaya gawai sebagai simbol perdamaian.

Berbagai club sepak bola dari tanah Jawa dan daerah lainnya dalam aksi damai untuk sepak bola Indonesia di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa malam. (Twitter)

Presiden Brajamusti Yogyakarta Muslich Burhanuddin mengutip Antara mengatakan, semua pecinta sepak bola yang hadir dalam acara tersebut akan membuat sejarah baru.

Baca juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Usai Persebaya Kalahkan Arema FC, Lebih dari 120 Orang Meninggal 

“Kita akan membuat sejarah bahwa kita suporter yang hadir pada malam hari ini akan menghentikan semua kebencian-kebencian yang ada dalam hati kita,” Kata Muslich.

Muslich meminta kepada seluruh suporter menjadikan tragedi di Kanjuruhan sebagai titik tolak bersatu memajukan sepak bola Indonesia.

“Mewarisi perdamaian untuk generasi berikutnya adalah hal baik yang harus diupayakan saat ini,” ujar Thole, sapaan akrab Muslich Burhanuddin.

Berbagai club sepak bola dari tanah Jawa dan daerah lainnya dalam aksi damai untuk sepak bola Indonesia di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa malam. (Twitter)

Kegiatan aksi perdamaian itu dihadiri kelompok suporter Brajamusti dan The Maident (Yogyakarta), Paserbumi (Bantul), Slemania dan BCS (Sleman), Pasoepati, Ultras, dan GK Samber Nyawa (Solo), Panser Biru dan Snex (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya), The Jakmania (Jakarta), serta Viking (Bandung).

Selain itu, sejumlah elemen suporter dari Medan dan Makassar. Presiden Pasoepati Solo, Maryadi Gondrong berharap ke depan seluruh suporter, terutama di Jawa Tengah dan DIY memiliki hubungan baik yang terus terjaga.

Pasoepati sepakat mendukung berbagai kegiatan lanjutan bersama untuk mempererat persatuan suporter di Jawa Tengah dan DIY.

“Insya Allah kami dari Pasoepati akan menyetujui, melaksanakan untuk persatuan dan kesatuan Indonesia,” kata Maryadi.

Ini tentunya menjadi momen yang terbilang sangat langka, menjadi sebuah hari yang bersejarah, sebab pendukung klub yang selama beberapa dekade dikenal memiliki rivalitas panas di dalam maupun luar lapangan bisa bersatu.

Momen tersebut viral di media sosial hingga mencapai tranding satu di Twitter Indonesia.

Artikel Terbaru

Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba

INNNEWS – Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir menjadi perhatian serius aparat kepolisian....

Google Siapkan Dana Rp 2,3 Triliun untuk Kompensasi Jutaan Pengguna Android

INNNEWS – Raksasa teknologi Google dikabarkan akan membagikan dana kompensasi sebesar 2,3 triliun rupiah...

KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Syaiful Bahri dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan pemanggilan seorang staf Pengurus Besar Nahdlatul...

POLISI SITA 56 RIBU IPHONE ILEGAL,NILAINYA CAPAI RP 225 MILIAR

INNNEWS-Jakarta – Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus peredaran ponsel ilegal dalam jumlah besar dengan...

artikel yang mirip

Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba

INNNEWS – Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir menjadi perhatian serius aparat kepolisian....

Google Siapkan Dana Rp 2,3 Triliun untuk Kompensasi Jutaan Pengguna Android

INNNEWS – Raksasa teknologi Google dikabarkan akan membagikan dana kompensasi sebesar 2,3 triliun rupiah...

KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Syaiful Bahri dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan pemanggilan seorang staf Pengurus Besar Nahdlatul...